Scroll untuk baca artikel
Nasional

Program BCA Dorong Inovasi Guru dan Pembelajaran Sains di Bengkulu

2
×

Program BCA Dorong Inovasi Guru dan Pembelajaran Sains di Bengkulu

Sebarkan artikel ini
Komunitas Science Heroes di Bengkulu terbentuk sejak PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di bawah payung Bakti BCA, hadir di sana melalui program Sekolah Bakti BCA. Program tersebut hadir untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar hingga menengah di daerah tujuan. Salah satu cara Sekolah Bakti BCA meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan mengoptimalkan kompetensi tenaga pendidik di lokasi program

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga pada kemampuan guru menghadirkan proses belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Salah satu pendekatan yang kini semakin banyak diterapkan adalah pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), yang mendorong siswa berpikir kritis, memecahkan masalah, dan belajar melalui pengalaman langsung.

Di Bengkulu, pendekatan tersebut mulai diterapkan sejumlah guru yang tergabung dalam komunitas Science Heroes. Komunitas ini tumbuh melalui program Sekolah Bakti BCA, bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk memperkuat kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Salah satu guru yang menerapkan metode tersebut adalah Linda Komalasari, guru kelas I SDN 61 Kota Bengkulu. Menurut Linda, metode pembelajaran konvensional yang berfokus pada menghafal kerap membuat siswa kehilangan minat belajar.

Baca Juga :   Kemenhub Raih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian Selama 11 Kali Berturut-turut

“Saya sering melihat siswa cepat bosan ketika hanya diminta menyalin atau menghafal. Mereka duduk tenang, tetapi mata mereka kosong tanpa semangat,” ujar Linda.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Linda mengajak siswa belajar di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah. Murid diminta mengamati berbagai jenis daun, seperti daun pepaya, jagung, mangga, singkong, hingga sirih, kemudian mendiskusikan perbedaan bentuk, fungsi, dan karakteristiknya.

Menurut Linda, cara tersebut mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus mendorong siswa aktif bertanya dan mencari jawaban berdasarkan hasil pengamatan.

Ia juga memperkenalkan metode sederhana yang diringkas dalam konsep ABCDE, yaitu Amati, Bertanya, Cari, Diskusi, dan Evaluasi. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga membangun pemahaman melalui proses eksplorasi dan kolaborasi.

Inovasi pembelajaran yang dilakukan Linda merupakan bagian dari pengembangan kompetensi guru melalui program Sekolah Bakti BCA. Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas sekolah, tetapi juga penguatan kapasitas tenaga pendidik agar mampu menerapkan metode belajar yang lebih adaptif.

Baca Juga :   BCA Expo 2024 Hadir di Bali Tawarkan Promo KPR Mulai 1,45% dan Kredit Kendaraan 2,45%

Saat ini terdapat empat Sekolah Bakti BCA di Kota Bengkulu, yakni SDN 61, SDN 73, SDN 40, dan SDN 36. Hingga 2025, program tersebut telah menjangkau 32 sekolah di berbagai wilayah, termasuk Lampung, Banten, Gunungkidul, Banyuwangi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat Daya. Sebanyak 20 sekolah di antaranya telah menyelesaikan program pendampingan.

Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan Sekolah Bakti BCA dirancang sebagai program pengembangan sekolah secara menyeluruh dengan fokus pada penguatan karakter, sains, dan teknologi.

“Program ini hadir sebagai upaya kami membantu lahirnya sekolah yang unggul dan berkualitas di berbagai daerah untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan,” ujar Hera.

Baca Juga :   MR. D.I.Y. Indonesia Luncurkan Program STEM untuk Perluas Akses Pendidikan

Menurut Hera, tantangan global seperti perkembangan teknologi dan perubahan iklim menuntut lahirnya generasi yang memiliki kemampuan berpikir ilmiah, adaptif, dan mampu memecahkan persoalan secara kreatif. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu investasi penting dalam pembangunan kualitas pendidikan.

Selain pelatihan bagi guru, Sekolah Bakti BCA juga mendorong sekolah menyelenggarakan Gelar Karya, sebuah ajang pameran hasil pembelajaran yang memungkinkan siswa, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan saling berbagi pengalaman serta praktik baik.

Melalui pendampingan tersebut, BCA berharap inovasi pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah-sekolah binaan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas pendidikan yang lebih luas, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.