Yayasan Muslim Sinar Mas bersama IPIM dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal menggelar MTQ Imam Masjid Provinsi Banten di BSD City. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi keimanan, syiar Islam yang moderat, serta mempererat silaturahmi dan kolaborasi antarimam masjid dalam menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Upaya memperkuat literasi keimanan dan syiar Islam yang moderat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan keagamaan. Salah satunya diwujudkan lewat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Imam Masjid Provinsi Banten yang digelar di Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City, Tangerang Selatan.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM), Pimpinan Pusat Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal. MTQ ini bertujuan mendorong penyebaran nilai-nilai Al-Qur’an yang mengedepankan kedamaian, toleransi, serta semangat rahmatan lil alamin.
Ketua Umum YMSM, Saleh Husin, mengatakan para imam masjid memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas dan jejaring antarimam dinilai penting agar dakwah tetap berlandaskan nilai kasih sayang, toleransi, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut Saleh, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengingatkan masyarakat agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap MTQ tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi antarkafilah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Musabaqah ini hendaknya dimanfaatkan sebagai wadah mempererat persaudaraan, membangun jejaring, dan memperkuat syiar Islam yang damai,” ujarnya.
Pembukaan MTQ turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Banten Andra Soni, serta jajaran manajemen Sinar Mas dan Sinar Mas Land.
Dalam konteks pembangunan sosial, kegiatan seperti MTQ tidak hanya berfungsi melestarikan tradisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keagamaan di tengah masyarakat. Literasi keagamaan yang kuat dinilai dapat mendorong pemahaman Islam yang moderat, memperkuat toleransi, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
YMSM menyatakan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga dan tokoh yang memiliki visi serupa dalam mengembangkan praktik keislaman yang terbuka, inklusif, setara, dan penuh kasih kepada masyarakat.











