BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Lagu “Tercipta Untukku” milik Ungu kembali terdengar dengan warna yang berbeda. Bukan sekadar dinyanyikan ulang, lagu yang telah lama dikenal pendengar musik Indonesia itu kini diaransemen ulang dalam balutan R&B modern dan dibawakan oleh Vedra (16) serta Gerald (21), dua jebolan ajang pencarian bakat The Icon Indonesia.
Versi terbaru tersebut menjadi ruang bagi keduanya untuk mengeksplorasi karakter vokal sekaligus memberikan interpretasi baru terhadap lagu yang sebelumnya telah memiliki identitas kuat. Vedra dan Gerald tidak hanya mengandalkan harmonisasi vokal, tetapi juga memasukkan improvisasi, perubahan progresi chord, dinamika, hingga permainan nada untuk menciptakan nuansa yang berbeda dari versi original.
Rilisan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju konser 30 tahun Ungu yang akan digelar di Tennis Indoor Senayan pada 30 Oktober 2026.
Bagi Vedra, “Tercipta Untukku” bukan lagu yang baru dikenalnya. Ia pernah membawakan lagu tersebut ketika mengikuti The Icon Indonesia dan mendapat respons positif dari para juri.
“Senang sekali karena sebelumnya aku pernah membawakan lagu ini di The Icon Indonesia, jadi sudah cukup familiar dengan lagunya. Waktu itu respons dari para judges juga positif. Aku merasa bangga karena sekarang dipercaya untuk membawakan kembali lagu yang sudah sangat terkenal ini,” ujar Vedra.
Sementara bagi Gerald, membawakan kembali lagu yang sudah melekat dengan pendengar Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri. Ia ingin versi baru tersebut tetap menghargai karakter lagu original, tetapi memiliki identitas yang berbeda.
“Pas pertama kali dikasih lagu ‘Tercipta Untukku’, aku excited karena ini lagu yang sudah cukup dikenal dan punya karakter yang kuat. Senang banget bisa membawakannya, tapi di sisi lain ada tanggung jawab untuk tetap menghargai versi originalnya sambil memberikan rasa yang lebih modern,” ungkap Gerald.
Dari Pop ke R&B
Perubahan paling terasa dalam rilisan ini terdapat pada pendekatan musiknya. Vedra dan Gerald bersama tim melakukan eksplorasi terhadap struktur lagu untuk menghasilkan aransemen R&B yang lebih modern.
Vedra mengatakan perubahan dilakukan pada sejumlah bagian, termasuk progresi chord dan nada. Ia juga menambahkan riff and runs, ad-lib, serta improvisasi vokal pada bagian interlude.
“Banyak yang berubah, mulai dari progresi chord sampai nadanya. Aku juga memberikan beberapa improvisasi seperti riff and runs di beberapa bagian, ad-lib, dan ada improvisasi vokal di bagian interlude,” kata Vedra.
Proses tersebut, lanjutnya, dilakukan melalui diskusi untuk menemukan pendekatan vokal dan nada yang tidak sekadar mengikuti versi sebelumnya.
Meski demikian, eksplorasi tidak dilakukan tanpa batas. Keduanya tetap mempertimbangkan cerita dan emosi yang terkandung dalam lagu agar perubahan aransemen tidak membuat pesan lagu kehilangan makna.
Gerald mengatakan karakter baru terutama dibangun melalui improvisasi vokal, dinamika, penempatan nada, dan cara keduanya membawakan bagian-bagian tertentu.
“Kami nggak mau improvisasinya terlalu berlebihan, jadi tetap disesuaikan dengan cerita lagunya,” jelas Gerald.
Tantangan lain muncul karena “Tercipta Untukku” merupakan lagu yang sudah sangat familiar. Bagi Gerald, versi baru tersebut harus memiliki identitas sendiri tanpa sekadar menjadi reproduksi dari versi original.
“Tantangannya bagaimana membawakan lagu yang sudah punya tempat di hati banyak orang tanpa terdengar hanya meniru versi aslinya. Apalagi kali ini aku duet dengan Vedra. Kami harus tetap menjaga feel dan cerita lagunya, tapi karakter vokal dan pembawaan kami juga harus terasa,” ujarnya.
Chemistry Berawal dari Persahabatan
Di luar persoalan aransemen, duet Vedra dan Gerald memiliki modal lain: keduanya telah saling mengenal sejak mengikuti The Icon Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, Vedra meraih posisi juara kedua, sementara Gerald berada di peringkat kelima. Persahabatan yang terbentuk selama kompetisi membuat keduanya sudah memahami karakter vokal dan gaya satu sama lain sebelum dipasangkan dalam proyek “Tercipta Untukku”.
Meski demikian, keduanya tetap melakukan persiapan bersama sebelum rekaman dan produksi music video. Latihan dilakukan untuk menyatukan karakter vokal sekaligus membangun interaksi yang sesuai dengan konsep lagu.
“Aku dan Gerald sering duet bareng supaya kami semakin tahu karakter suara masing-masing dan suara kami lebih nge-blend. Sebelum syuting music video kami juga latihan ekspresi, gestur, gerakan dan pembawaannya supaya saat syuting nggak terasa canggung,” cerita Vedra.
Menurutnya, pengalaman tampil bersama membuat chemistry keduanya lebih mudah dibangun.
Gerald juga melihat kedekatan sebagai sahabat membantu mereka menghadirkan interaksi yang lebih natural di depan kamera.
“Dari awal kami memang sudah bersahabat, jadi saat membawakan lagu ini rasanya nggak perlu terlalu dibuat-buat. Kami sudah cukup mengenal karakter satu sama lain, baik saat bernyanyi maupun berinteraksi,” ujar Gerald.
Pendekatan tersebut kemudian diterapkan dalam music video yang menggunakan konsep visual clean dan minimalis. Gerald dan Vedra menjadi fokus utama, dengan gestur, tatapan, serta interaksi sederhana digunakan untuk memperkuat sisi emosional lagu.
Melalui versi baru “Tercipta Untukku”, keduanya mencoba mempertemukan lagu yang telah dikenal lintas generasi dengan karakter musikal mereka sendiri. Aransemen R&B dan eksplorasi vokal menjadi pembeda utama, sementara cerita lagu tetap dipertahankan sebagai pijakan.
Bagi pendengar yang telah mengenal versi original, rilisan ini menawarkan interpretasi baru terhadap lagu yang familiar. Sementara bagi pendengar yang lebih muda, Vedra dan Gerald berharap versi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal kembali “Tercipta Untukku” melalui pendekatan musik yang lebih dekat dengan selera mereka.
“Tercipta Untukku” versi Vedra dan Gerald mulai tersedia pada 28 September 2026 di sejumlah platform streaming digital, termasuk Apple Music, Spotify, YouTube Music, Facebook Music, dan TikTok. Lyric video lagu tersebut juga tersedia melalui kanal YouTube Ungu, Vedra, dan Gerald.











