BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Program Sequis SHEPRENEUR mendorong perempuan pelaku usaha memperkuat fondasi keuangan dan mengembangkan bisnis secara lebih strategis. Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian pembelajaran yang membahas pengelolaan risiko keuangan dan strategi growth marketing.
Materi tersebut disampaikan dalam sesi Managing Financial Risks for You and Your Family bersama Agency Development Manager Sequis Life Andrew Tjengharwidjaja serta sesi Growth Marketing bersama praktisi growth marketing dari Katalis AI Michelle Fno.
Kedua sesi tersebut menekankan pentingnya pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan berbasis data agar pertumbuhan usaha dapat berjalan beriringan dengan kondisi keuangan yang sehat.
Dalam sesi Managing Financial Risks for You and Your Family, peserta diperkenalkan pada tiga risiko kehidupan yang dapat memengaruhi kondisi finansial, yakni umur pendek, sakit atau kecelakaan, serta umur panjang.
Sakit atau kecelakaan, misalnya, tidak hanya berpotensi menimbulkan biaya pengobatan, tetapi juga dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam bekerja dan menghasilkan pendapatan. Bagi wirausaha, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap keuangan keluarga maupun keberlangsungan bisnis.
Sementara itu, umur panjang juga membutuhkan persiapan finansial karena semakin panjang masa hidup, semakin panjang pula periode kebutuhan biaya hidup dan kesehatan yang perlu dipenuhi, termasuk saat memasuki masa pensiun.
Tantangan pengelolaan keuangan dapat semakin kompleks ketika pelaku usaha harus memenuhi kebutuhan anak, membantu orang tua, membiayai rumah tangga, sekaligus mempersiapkan pensiun.
Karena itu, peserta diajak membangun fondasi keuangan melalui pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, penyediaan dana darurat, serta pengelolaan pinjaman konsumtif.
Setelah fondasi tersebut terbentuk, perlindungan kesehatan, penyakit kritis, dan jiwa dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan sebelum berlanjut pada investasi, persiapan pensiun, dan distribusi kekayaan.
Sementara dalam sesi Growth Marketing, Michelle Fno membahas strategi pemasaran digital yang tidak hanya mengejar pertumbuhan penjualan, tetapi juga mempertimbangkan profitabilitas usaha.
Menurut Michelle, pemasangan iklan dan peningkatan traffic belum tentu menghasilkan penjualan maupun keuntungan. Karena itu, efektivitas pemasaran perlu diukur dari kontribusinya terhadap bisnis, mulai dari tingkat konversi, pembelian berulang, hingga margin yang dihasilkan.
Setelah memperoleh calon pelanggan melalui iklan, pelaku usaha perlu memastikan penawaran yang diberikan relevan, proses pembelian berjalan efektif, dan pelanggan memiliki alasan untuk kembali bertransaksi. Biaya akuisisi pelanggan juga perlu disesuaikan dengan margin usaha.
Peserta kemudian diperkenalkan dengan pendekatan berbasis data dalam mengambil keputusan pemasaran. Tahapannya mencakup audit untuk memahami kondisi bisnis dan pelanggan, menciptakan strategi dan konten (create), menguji efektivitas (test), mengevaluasi hasil (evaluate), serta mengembangkan strategi dengan kinerja terbaik (scale).
Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha tidak hanya melihat indikator seperti jumlah likes, impresi, atau klik, tetapi juga dapat mengukur biaya mendapatkan pelanggan serta kontribusi aktivitas pemasaran terhadap bisnis.
Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, Sequis SHEPRENEUR menekankan bahwa pertumbuhan usaha tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran pemasaran. Pemahaman pelanggan, ketepatan penawaran, efektivitas proses pembelian, pengujian strategi, serta kemampuan membaca data menjadi bagian penting dalam membangun pertumbuhan bisnis.
Program Sequis SHEPRENEUR Learning Series selanjutnya akan membahas perlindungan finansial melalui materi Protect Your Future Through Financial Protection.











