Scroll untuk baca artikel
Headline

Menaker Ajak Industri KEK Mandalika Perluas Magang dan Pelatihan Vokasi

2
×

Menaker Ajak Industri KEK Mandalika Perluas Magang dan Pelatihan Vokasi

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Yassierli menegaskan bahwa kekuatan Indonesia dalam menghadapi tantangan global tidak hanya bertumpu pada ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi karakter bangsa. Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri forum silaturahmi mitra strategis ketenagakerjaan di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026).

BISNISASIA.CO.ID, LOMBOK – Pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dinilai perlu diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia agar investasi yang masuk dapat menyerap tenaga kerja lokal secara optimal. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu strategi untuk mempersempit kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi angkatan kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaan-perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat, bergabung dalam platform Program Magang Nasional (MagangHub) sebagai upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi lulusan baru.

Ajakan tersebut disampaikan saat diskusi mengenai kebutuhan ketenagakerjaan dan pelatihan di KEK Mandalika pada Jumat (3/7/2026).

Menurut Yassierli, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja, terutama di tengah bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun.

Baca Juga :   Menaker Yassierli Tekankan Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Magang

Pemerintah menargetkan jumlah peserta MagangHub meningkat menjadi 150.000 orang pada 2026. Target tersebut, kata Yassierli, telah memperoleh persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara merata, termasuk oleh masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program pada 2025 yang melibatkan 100.000 peserta, tingkat kepuasan peserta mencapai sekitar 86 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan perusahaan terhadap peserta magang berada pada kisaran 85–86 persen.

Yassierli mengatakan sekitar 30 persen peserta magang kemudian memperoleh tawaran untuk menjadi karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menjalani program magang.

Baca Juga :   Mindray Luncurkan Sistem Pemantauan Pasien Seri BeneVision V Generasi Baru

Selain meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja, MagangHub juga memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Pemerintah turut memberikan dukungan berupa subsidi program serta fasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pelatihan Disesuaikan Kebutuhan Industri

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga menanggapi masukan dari pengelola KEK Mandalika dan pelaku usaha mengenai keterbatasan tenaga kerja lokal yang memiliki sertifikasi dan kompetensi sesuai standar operasional industri.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan memperkuat pelatihan vokasi berbasis kebutuhan dunia usaha (demand-driven), menggantikan pendekatan sebelumnya yang lebih berorientasi pada penyediaan pelatihan secara umum (supply-driven).

Baca Juga :   Murni vs Unit Link, Allianz Indonesia Kupas Tuntas Pilih Asuransi Kesehatan

Menurut Yassierli, perubahan pendekatan tersebut diperlukan agar lulusan pelatihan memiliki keterampilan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan, khususnya di kawasan investasi strategis.

Pelaksanaan program akan didukung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur bersama jaringan Balai Latihan Kerja (BLK) Unit Pelaksana Teknis Daerah di wilayah tersebut.

BPVP Lombok Timur memiliki fokus pelatihan pada bidang pariwisata dan hospitality, serta berbagai kejuruan lain yang dinilai relevan dengan perkembangan industri di KEK Mandalika.

Penguatan program magang dan pelatihan vokasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal sekaligus mendukung kebutuhan investasi yang terus berkembang di kawasan ekonomi khusus tersebut.