Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kemnaker dan IJTI Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus

3
×

Kemnaker dan IJTI Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus

Sebarkan artikel ini
Kemnaker dan IJTI akan mengembangkan program peningkatan kapasitas SDM, penguatan literasi ketenagakerjaan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana guna mendukung publikasi dan edukasi ketenagakerjaan yang lebih luas. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong lahirnya jurnalis kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab, serta berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi ketenagakerjaan yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda, khususnya jurnalis kampus, dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, dan Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, di Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Kesepahaman yang berlaku selama tiga tahun tersebut mencakup pengembangan kapasitas SDM, penguatan kolaborasi dalam literasi ketenagakerjaan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana untuk mendukung berbagai program bersama.

Baca Juga :   Galaxy S24 Series Bikin Konten Traveling Kamu Makin Epic!

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan media massa memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi ketenagakerjaan yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat. Karena itu, kerja sama dengan IJTI tidak hanya diarahkan untuk memperkuat literasi ketenagakerjaan, tetapi juga meningkatkan kompetensi generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

“Fokus utama kerja sama ini adalah menyiapkan generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI. Di saat yang sama, kami ingin memperkuat edukasi ketenagakerjaan melalui publikasi yang informatif dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Cris.

Baca Juga :   Kongres Pertanian Indonesia 2024 Diselenggarakan di Bogor

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat sekaligus memengaruhi kebutuhan kompetensi di pasar kerja. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda memiliki daya saing yang sesuai dengan tuntutan industri.

“Kami melihat disrupsi digital sebagai sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi. Kolaborasi dengan IJTI menjadi langkah strategis untuk mendorong program upskilling dan reskilling secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja, Kemnaker saat ini juga mengembangkan ekosistem layanan ketenagakerjaan SiapKerja yang menyediakan layanan mulai dari pelatihan dan peningkatan keterampilan, penempatan tenaga kerja, pengembangan usaha, hingga perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca Juga :   Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Ikuti Batch I

Melalui kerja sama tersebut, informasi mengenai berbagai program dan layanan ketenagakerjaan diharapkan dapat lebih mudah diakses oleh mahasiswa serta masyarakat luas. Selain menjadi penyampai informasi, jurnalis kampus juga diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan yang mendorong terciptanya masyarakat yang lebih produktif, adaptif, dan kompetitif di era digital.

Kolaborasi Kemnaker dan IJTI ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi transformasi dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam berbagai sektor industri.