BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Asuransi Jiwa Sequis Life memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan karyawan melalui kegiatan The Financial Literacy Talk-Show bertajuk “Seimbang Gaya Hidup Tanpa Terjebak”. Program ini bertujuan mendorong pengelolaan keuangan yang lebih sehat di tengah meningkatnya tekanan gaya hidup modern dan kemudahan akses pinjaman digital.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan Better Tomorrow with Sequis, sekaligus mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan 2026 yang berfokus pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Melalui program ini, karyawan diajak memahami pentingnya pengambilan keputusan finansial yang bijak, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penggunaan pinjaman online yang tidak terkendali.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, outstanding pembiayaan pinjaman daring pada 2025 mencapai sekitar Rp96 triliun dengan pertumbuhan tahunan berkisar 20% hingga 30%. Di tengah pertumbuhan tersebut, penggunaan pinjaman digital untuk kebutuhan konsumtif masih menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan tekanan finansial jangka panjang apabila tidak dikelola secara tepat.
Chief Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, mengatakan kesehatan finansial merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas karyawan.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi salah satu langkah preventif untuk membantu individu membangun kondisi finansial yang lebih sehat, seimbang, dan berkelanjutan.
“Kesehatan finansial bukan hanya soal besar kecilnya penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola prioritas, mengambil keputusan secara bijak, dan membangun ketenangan untuk masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tekanan finansial dapat memengaruhi fokus, produktivitas, hingga kualitas pengambilan keputusan. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu dimiliki oleh seluruh lapisan karyawan.
Dalam kegiatan tersebut, Sequis Life juga menghadirkan perencana keuangan Maryadi Santana yang membahas pentingnya membangun financial wellness melalui pengelolaan pengeluaran, disiplin anggaran, penyediaan dana darurat, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.
Maryadi menjelaskan sejumlah risiko yang dapat muncul dari penggunaan pinjaman online, mulai dari bunga dan denda yang tinggi, potensi terjebak dalam siklus utang, risiko kebocoran data pribadi, hingga dampak psikologis yang memengaruhi kehidupan pribadi maupun profesional.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi pengelolaan utang dan pengeluaran, termasuk melalui metode snowball serta audit pengeluaran pribadi untuk membantu menciptakan kondisi keuangan yang lebih sehat.
Menurut Maryadi, kemudahan akses pinjaman digital sering kali membuat masyarakat tergoda menjadikannya solusi instan untuk kebutuhan jangka pendek tanpa mempertimbangkan kemampuan pembayaran di masa depan.
“Pinjaman online memang menawarkan kemudahan dalam hitungan menit, tetapi dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang apabila melebihi kemampuan bayar,” katanya.
Melalui edukasi ini, Sequis Life berharap kesadaran finansial dapat menjadi bagian dari budaya kerja yang mendukung kesejahteraan karyawan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Perusahaan meyakini bahwa kondisi finansial yang sehat dapat membantu karyawan bekerja lebih fokus, tenang, dan mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mewujudkan better tomorrow bagi seluruh pemangku kepentingan.
Tag: Sequis Life, literasi keuangan, pinjaman online, pinjol, kesehatan finansial, financial wellness, GENCARKAN, OJK, edukasi keuangan, karyawan, perencanaan keuangan, Agustina Samara, Maryadi Santana, wellbeing karyawan











