Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Kaspersky: Serangan NFC di Ponsel Android Melonjak 188% pada 2026

1
×

Kaspersky: Serangan NFC di Ponsel Android Melonjak 188% pada 2026

Sebarkan artikel ini
Menurut telemetri Kaspersky, jumlah serangan berbasis NFC pada ponsel pintar Android yang bertujuan mencuri dana korban telah melonjak sebesar 188% dalam empat bulan pertama tahun 2026, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Dari Januari hingga April 2026, solusi keamanan siber Kaspersky memblokir 35.600 serangan dari berbagai kelompok malware Android yang menggunakan teknik NFC, termasuk SuperCard X, PhantomCard, NGate, serta modifikasi berbahaya lainnya dari alat NFCGate, dibandingkan dengan lebih dari 12.300 serangan yang diblokir selama empat bulan pertama tahun 2025

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Kaspersky melaporkan lonjakan signifikan serangan siber berbasis Near Field Communication (NFC) yang menargetkan pengguna ponsel pintar Android sepanjang awal 2026. Berdasarkan data telemetri perusahaan, jumlah serangan meningkat 188% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Januari hingga April 2026, solusi keamanan Kaspersky memblokir sekitar 35.600 serangan dari berbagai keluarga malware Android yang memanfaatkan teknologi NFC untuk mencuri dana korban. Angka tersebut melonjak dibandingkan lebih dari 12.300 serangan yang berhasil diblokir pada empat bulan pertama 2025.

Serangan tersebut melibatkan sejumlah malware yang dikenal menggunakan teknik relay NFC, seperti SuperCard X, PhantomCard, NGate, serta berbagai modifikasi berbahaya dari alat NFCGate.

Kaspersky mencatat pengguna di Rusia masih menjadi target utama serangan jenis ini. Namun, tren serupa juga mulai meningkat di sejumlah wilayah lain, terutama Amerika Latin dan Eropa. Perusahaan keamanan siber itu sebelumnya telah memperkirakan peningkatan serangan pembayaran berbasis NFC sepanjang 2026.

Baca Juga :   Serangan Siber Baru Menargetkan Pengguna PC dengan CAPTCHA Palsu dan Kesalahan Browser

Modus Serangan Kian Berkembang

Menurut Kaspersky, saat ini terdapat dua pola utama serangan relay NFC yang digunakan pelaku kejahatan siber.

Modus pertama adalah NFC langsung, di mana korban dibujuk melalui aplikasi pesan untuk mengunduh aplikasi berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi resmi, seperti layanan keuangan. Setelah aplikasi terpasang, korban diminta menempelkan kartu bank ke ponsel yang telah terinfeksi dan memasukkan PIN, sehingga data kartu dapat dicuri oleh pelaku.

Sementara itu, modus kedua adalah NFC terbalik (reverse NFC). Dalam skema ini, pelaku mengarahkan korban memasang aplikasi berbahaya dan menjadikannya sebagai metode pembayaran nirsentuh utama. Aplikasi tersebut kemudian memancarkan sinyal NFC yang dikenali ATM sebagai kartu milik pelaku.

Korban selanjutnya diarahkan untuk menyetor uang ke rekening yang disebut sebagai “akun aman”. Padahal, dana tersebut justru masuk ke rekening yang dikendalikan penipu.

Baca Juga :   Akamai Firewall for AI Amankan Aplikasi-Aplikasi AI dengan Perlindungan Ancaman Canggih

Kepala Ahli Keamanan Kaspersky, Sergey Golovanov, mengatakan tren serangan kini mulai bergeser dari metode NFC langsung ke skema NFC terbalik yang lebih sulit dideteksi.

“Meskipun sebelumnya penyerang mengandalkan skema NFC langsung, sekarang NFC terbalik tampaknya menjadi lebih umum. Bahaya dari skema yang lebih baru dan canggih ini adalah korban sendiri yang mentransfer uang ke rekening penyerang sehingga transaksi sulit dibedakan dari aktivitas yang sah,” ujar Golovanov.

Ia menambahkan malware relay NFC berpotensi terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Ancaman Semakin Mudah Diakses Pelaku

Pakar keamanan siber Kaspersky, Dmitry Kalinin, menjelaskan serangan pertama yang memanfaatkan modifikasi alat NFC legal terdeteksi secara publik pada akhir 2023 di Eropa sebelum kemudian menyebar ke berbagai negara lain.

Baca Juga :   Nawakara Bagikan Tips Lakukan Penilaian Keamanan Digital dan Finansial bagi Perempuan

Menurutnya, perkembangan model Malware-as-a-Service (MaaS) turut mempercepat penyebaran ancaman karena memungkinkan pelaku memperoleh akses ke perangkat serangan yang lebih mudah digunakan.

“Pelaku ancaman terus beradaptasi dan menggunakan kembali metode baru untuk mencuri dana pengguna. Kampanye relay NFC menunjukkan bagaimana teknik serangan berkembang menjadi lebih mudah diakses oleh berbagai kelompok pelaku,” kata Kalinin.

Cara Menghindari Serangan NFC

Untuk mengurangi risiko menjadi korban serangan relay NFC, Kaspersky menyarankan pengguna Android menghindari pemasangan aplikasi dari sumber tidak resmi, termasuk tautan yang dikirim melalui pesan instan, media sosial, SMS, maupun instruksi saat menerima panggilan telepon dari pihak yang tidak dikenal.

Pengguna juga diminta tidak mengikuti instruksi orang asing saat melakukan transaksi di ATM serta menggunakan solusi keamanan yang mampu mendeteksi situs phishing dan mencegah instalasi aplikasi berbahaya pada perangkat.