BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli menggandeng lingkaran untuk memperkuat pemberdayaan UMKM melalui program EMPOWERED+.
Program ini menjadi bagian dari pilar pemberdayaan ekonomi Allianz Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas bisnis UMKM secara inklusif dan berkelanjutan, termasuk bagi pelaku usaha yang melibatkan penyandang disabilitas.
Ketua Yayasan Allianz Peduli, Ni Made Daryanti, mengatakan EMPOWERED+ tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan.
“Program ini kami rancang untuk membangun kesiapan UMKM agar dapat bertumbuh secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.
Fokus pada Scale-Up Plan
Sebanyak 450 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia terlibat dalam program ini, dengan 25 UMKM terpilih mengikuti tahap intensif.
Pada fase pembelajaran, peserta mendapatkan masterclass, mentoring, serta menyusun scale-up plan sebagai peta jalan pengembangan bisnis.
Proses ini didukung sistem pembelajaran digital (LMS) untuk memastikan akses yang fleksibel sekaligus memudahkan pemantauan perkembangan peserta.
Direktur lingkaran, Wendy Pratama, menilai kombinasi akses pengetahuan dan pendampingan menjadi kunci percepatan pertumbuhan UMKM.
Siapkan Akselerasi dan Pendanaan
Memasuki 2026, program berlanjut ke fase akselerasi yang berfokus pada implementasi strategi bisnis, pendampingan lanjutan, serta pengukuran dampak.
Sebagai bagian dari dukungan, UMKM terpilih juga akan memperoleh seed funding untuk memperkuat kesiapan ekspansi usaha.
Beberapa UMKM yang masuk dalam program ini antara lain Creative Batik, Semesta Agro Indonesia, hingga Kriya Kite Indonesia yang mengusung model bisnis berbasis keberlanjutan dan pemberdayaan.
Dorong UMKM Inklusif dan Berdaya Saing
Allianz menilai UMKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, pendekatan program tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada dampak sosial dan inklusivitas.
Fase implementasi di 2026 juga akan menitikberatkan pada disiplin eksekusi strategi dan pengukuran dampak secara terstruktur.
“UMKM yang kuat dan inklusif akan berkontribusi pada ketahanan ekonomi yang lebih luas,” kata Ni Made.
Melalui EMPOWERED+, Allianz Indonesia berharap dapat menciptakan model pemberdayaan UMKM yang tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.











