BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, masyarakat semakin berhati-hati dalam mengelola pengeluaran, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas usaha. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan akan kepastian harga agar anggaran dapat disusun secara lebih terencana.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42 persen. Kenaikan harga di berbagai sektor membuat konsumen semakin selektif dalam berbelanja dan berupaya memperoleh nilai terbaik dari setiap pengeluaran.
Perencana keuangan Prita Ghozie menilai kepastian harga menjadi salah satu faktor penting dalam membantu masyarakat mengelola keuangan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Di tengah tekanan inflasi yang masih dirasakan masyarakat, kepastian harga bukan sekadar keuntungan belanja, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan yang sehat. Ketika harga suatu produk bisa diprediksi, konsumen maupun pelaku usaha kecil dapat mengalokasikan anggaran mereka dengan lebih terencana dan tidak reaktif terhadap perubahan harga,” ujarnya.
Menurut Prita, stabilitas harga juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang sedang merintis usaha.
“Bagi pelaku UMKM, terutama yang baru merintis, kestabilan harga membantu mereka membuat keputusan pembelian yang lebih terencana dan mengalokasikan anggaran secara lebih efektif. Dengan begitu, energi dan fokus dapat dialihkan untuk menjaga keberlangsungan usaha,” katanya.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat tersebut adalah Annisa Amelia, pemilik usaha Ice Cream BJM di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Bersama suaminya, Annisa mengembangkan usaha es krim yang dipasarkan di sekolah hingga pasar malam dengan omzet harian mencapai Rp250 ribu.
Menurut Annisa, kenaikan harga berbagai kebutuhan usaha membuat pelaku usaha kecil harus semakin cermat dalam mengatur pengeluaran. Di sisi lain, daya beli konsumen juga perlu menjadi pertimbangan.
“Sekarang banyak harga barang yang naik, mulai dari plastik sampai bahan baku. Tapi pembeli kami anak-anak sekolah, uang jajannya terbatas. Jadi kami tidak bisa sembarangan menaikkan harga,” ujarnya.
Ia mengaku mengandalkan berbagai produk pendukung usaha, mulai dari perlengkapan kemasan hingga alat penunjang operasional, yang dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Bagi Annisa, konsistensi harga menjadi faktor penting karena membantu menjaga efisiensi pengeluaran usaha sekaligus kebutuhan rumah tangga.
“Buat saya, harga yang tetap sama dan terjangkau bukan sekadar soal penghematan, tapi juga membantu usaha kami terus berjalan dan berkembang,” katanya.
Pengalaman serupa dirasakan Anastasya Raudothul Jannah, 19 tahun, warga Rajeg, Tangerang. Setelah menyelesaikan masa magang dan masih dalam proses mencari pekerjaan, Tasya mengaku perlu lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran sehari-hari.
Ia mengatakan kepastian harga memberikan rasa tenang ketika membeli berbagai kebutuhan pribadi, mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga alat tulis.
“Waktu itu saya sempat takut uangnya tidak cukup. Tapi ternyata masih bisa membeli beberapa kebutuhan dan tetap merasa tenang saat di kasir. Buat saya, harga yang tetap sama membantu sekali, apalagi sekarang saya masih mencari kerja dan harus lebih berhitung soal pengeluaran,” ujarnya.
Menjawab kebutuhan masyarakat akan kepastian harga, MR.D.I.Y. Indonesia mempertahankan komitmen “Harga Tetap Sama” sebagai upaya menjaga keterjangkauan produk di tengah dinamika ekonomi.
Direktur/VP Retail Management MR.D.I.Y. Indonesia Hendra Kurniawan mengatakan keterjangkauan harga tetap menjadi prioritas perusahaan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih tenang.
“Melalui komitmen ‘Harga Tetap Sama’, kami ingin menegaskan bahwa keterjangkauan harga tetap menjadi prioritas utama MR.D.I.Y. Indonesia. Di tengah lanskap ekonomi yang terus bergerak, kami ingin pelanggan tetap dapat menjalani keseharian dan mengembangkan usaha mereka dengan lebih tenang,” ujarnya.
Saat ini MR.D.I.Y. Indonesia memiliki lebih dari 1.300 toko yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan akses produk yang lengkap, dekat, dan terjangkau bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari kampanye edukasi mengenai komitmen “Harga Tetap Sama”, perusahaan juga menghadirkan instalasi giant padlock di Terowongan Kendal, Jakarta, pada 28 Mei 2026 serta berbagai aktivitas interaktif saat Car Free Day di sejumlah daerah.
Prita menilai kepastian harga merupakan salah satu aspek yang semakin dibutuhkan konsumen saat kondisi ekonomi tidak menentu.
“Di tengah dinamika ekonomi, konsumen yang cermat membutuhkan mitra belanja yang bisa diandalkan, bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga dari sisi kepastian. Komitmen ‘Harga Tetap Sama’ memberikan fondasi yang nyata bagi masyarakat untuk terus melangkah dengan percaya diri, baik dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun menjalankan usaha mereka sehari-hari,” tutupnya.











