BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Kepedulian terhadap isu lingkungan tidak selalu berujung pada perubahan kebiasaan. Bagi anak muda, tantangannya justru bagaimana isu sustainability yang kerap terasa besar dan kompleks dapat diterjemahkan menjadi tindakan sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Persoalan tersebut menjadi salah satu konteks yang diangkat dalam Langkah Membumi Goes to Campus, rangkaian menuju Langkah Membumi Market 2026 oleh Blibli Tiket Action. Program ini menyambangi lima kampus di Jabodetabek, yakni Universitas Atma Jaya Semanggi, BINUS Bekasi, BINUS Alam Sutera, Universitas Pertamina Simprug, dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong).
Mengusung pesan “Better Living Starts With Us”, kegiatan tersebut mengajak mahasiswa tidak berhenti pada diskusi mengenai sustainability, tetapi mencoba menerapkannya melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian, mulai dari pemilahan sampah hingga pengembangan ide aksi berdampak.
Pendekatan ini relevan dengan temuan Youth Sustainability Index (YSI) 2025 yang disusun YouthLab Indonesia dan WWF-Indonesia. Studi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam praktik pemilahan sampah dan pola konsumsi.
Kondisi itu menunjukkan bahwa tantangan sustainability bukan semata soal meningkatkan kesadaran. Ruang untuk mencoba, memahami cara yang tepat, serta membangun kebiasaan secara konsisten juga menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan perilaku.
Dari Diskusi Sustainability ke Praktik Sehari-hari
Isu keberlanjutan memiliki cakupan yang luas, tetapi perubahan perilaku dapat dimulai dari keputusan yang sederhana. Hal tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dibawa dalam sesi talk show interaktif Langkah Membumi Goes to Campus.
Mahasiswa diajak melihat sustainability dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti pilihan makanan, pakaian, mobilitas, hingga cara memperlakukan barang dan sampah setelah digunakan.
Format diskusi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman serta membahas tantangan ketika mencoba menerapkan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab.
Dari pembahasan tersebut, peserta kemudian diarahkan untuk mencoba aksi secara langsung melalui Waste Sorting Competition dan Impact Creator Challenge. Dengan demikian, sustainability tidak hanya ditempatkan sebagai materi edukasi, tetapi sebagai praktik yang dapat diuji dan dikembangkan dalam lingkungan sehari-hari.
Pemilahan Sampah Jadi Titik Awal
Salah satu aktivitas yang membawa mahasiswa dari pemahaman menuju praktik adalah Waste Sorting Competition bersama Waste4Change.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan kembali pada pemilahan sampah berdasarkan kategorinya, yakni organik, anorganik, dan residu. University Champions Langkah Membumi di masing-masing kampus turut mengajak mahasiswa berpartisipasi sekaligus membantu memandu proses pemilahan.
Aktivitas dikemas dalam permainan kelompok sehingga mahasiswa dapat belajar sekaligus mempraktikkan cara memilah sampah. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa tindakan sederhana seperti memilah sampah sejak dari sumbernya dapat menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menempatkan mahasiswa sebagai pelaku. Mereka tidak hanya mendengar mengenai persoalan sampah, tetapi berhadapan langsung dengan pilihan dan konsekuensi dalam proses pemilahan.
Dari perspektif perubahan perilaku, pengalaman semacam ini menjadi penting karena kebiasaan tidak terbentuk hanya melalui pengetahuan. Pemahaman perlu diikuti kesempatan untuk mencoba dan dilakukan secara berulang agar dapat menjadi bagian dari rutinitas.
Anak Muda Didorong Menciptakan Aksi
Langkah Membumi Goes to Campus kemudian diperluas melalui Impact Creator Challenge. Tantangan ini memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar, merumuskan gagasan, dan mengembangkan aksi yang dapat memberikan dampak positif.
Jika Waste Sorting Competition menekankan aksi kolektif di lingkungan kampus, Impact Creator Challenge memberi ruang lebih luas bagi peserta untuk menentukan isu dan pendekatan sesuai dengan konteks yang mereka temui.
Pendekatan tersebut membawa pesan Better Living Starts With Us ke tingkat yang lebih personal. Perubahan tidak harus selalu dimulai dari proyek besar, tetapi dapat berangkat dari persoalan yang terlihat di sekitar dan kemudian diterjemahkan menjadi aksi yang realistis.
Dengan melibatkan mahasiswa dalam proses memahami masalah, mencoba solusi, dan menciptakan gagasan, rangkaian ini juga memperluas peran anak muda dari sekadar penerima informasi menjadi pihak yang turut membentuk solusi.
Berlanjut ke Langkah Membumi Market 2026
Setelah menyambangi lima kampus di Jabodetabek sepanjang September 2026, rangkaian Langkah Membumi akan berlanjut ke Langkah Membumi Market 2026 pada 8–11 Oktober 2026 di Grand Indonesia, Jakarta.
Ajang tersebut akan menghadirkan sejumlah aktivitas yang mengangkat tema Better Living, termasuk Curated Market, Inspiring Talks, dan Eco Workshops, dengan melibatkan lebih dari 70 tenant dan komunitas.
Rangkaian tersebut menjadi kelanjutan dari upaya membawa pembahasan sustainability keluar dari ruang diskusi dan mendekatkannya dengan aktivitas yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi generasi muda, pesan yang dibawa cukup sederhana: perubahan tidak selalu membutuhkan langkah besar pada awalnya. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan lebih banyak orang dapat menjadi bagian dari proses menuju pola hidup yang lebih bertanggung jawab.











