Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital

3
×

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng TikTok Indonesia untuk memperkuat pengembangan talenta ekonomi digital sekaligus membuka peluang kerja baru.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok) yang berfokus pada peningkatan keterampilan (upskill) dan pelatihan ulang (reskill) tenaga kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk merespons pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai hampir US$100 miliar atau sekitar Rp1.656 triliun pada 2025, menjadikannya terbesar di Asia Tenggara dengan sektor e-commerce sebagai kontributor utama.

Baca Juga :   Downtime Jadi Ancaman Bisnis, Perusahaan Perkuat Infrastruktur IT

“Perkembangan ekonomi digital membuka peluang kerja baru yang lebih fleksibel, seperti content creator, affiliate marketer, hingga live streamer,” ujar Yassierli saat peluncuran program di Jakarta, Rabu (15/4).

Jawab Tantangan Kesenjangan Skill

Meski peluang terbuka luas, Kemnaker menilai masih banyak tenaga kerja yang belum memiliki keterampilan digital memadai.

Kemampuan seperti strategi konten, pemasaran digital, hingga analisis pasar dinilai menjadi kunci untuk bersaing di era baru ini.

“Program ini hadir untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” kata Yassierli.

Program BISA Bareng TikTok pada tahap awal diikuti oleh 1.400 peserta, terdiri dari 400 peserta offline dan 1.000 peserta online.

Baca Juga :   HUAWEI WATCH Fit 3 Bawa Fitur Kesehatan dan Olahraga Canggih dalam Desain Stylish dan Edgy

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari instruktur pelatihan, tim humas, hingga masyarakat umum seperti pelaku UMKM, kreator konten, dan pencari kerja.

Materi pelatihan meliputi TikTok Live Streaming Host dan Content Commerce Talent Development.

Targetkan 100.000 Talenta

Kemnaker menargetkan program ini dapat melahirkan hingga 100.000 alumni dalam satu tahun.

Untuk memperluas dampak, peserta instruktur akan mengikuti skema training of trainers (ToT) agar dapat melatih masyarakat di berbagai balai pelatihan kerja.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan hands-on dan learning by doing, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan pembuatan konten dan strategi penjualan berbasis digital.

Baca Juga :   Casio Luncurkan Two-Way, BABY-G yang Berfungsi Sebagai Jam Tangan dan Aksesori Mode

“Tujuan akhirnya adalah penyerapan tenaga kerja dan mendorong kewirausahaan,” ujarnya.

Perkuat Ekosistem Digital Inklusif

Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menilai kolaborasi ini penting untuk memperluas akses keterampilan digital bagi masyarakat.

“Tidak semua orang memiliki akses terhadap pelatihan yang relevan. Program ini menjadi langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, TikTok berkomitmen mendukung pengembangan talenta melalui pelatihan praktis dan kurikulum yang aplikatif.

Dengan kolaborasi ini, pemerintah berharap ekonomi digital Indonesia tidak hanya tumbuh sebagai pasar besar, tetapi juga didukung oleh tenaga kerja lokal yang kompetitif dan adaptif.