Scroll untuk baca artikel
Finansial

AAJI Dorong Literasi Keuangan Anak lewat Program InsureTell

2
×

AAJI Dorong Literasi Keuangan Anak lewat Program InsureTell

Sebarkan artikel ini
Palupi Mutiasih, pendongeng yang memaparkan literasi keuangan dengan pendekatan interaktif sehingga mudah dipahami anak-anak di acara InsureTell: Storytelling.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar kegiatan “InsureTell: Storytelling” di TK Al-Hurriyah Terogong, Jakarta, sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan literasi keuangan sejak usia dini.

Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif Literasi Publik AAJI Library yang berada di bawah naungan Center of Excellence (CoE) AAJI.

AAJI menyebut program ini hadir sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang membuat interaksi anak dengan buku fisik semakin berkurang.

Baca Juga :   SEON Bangun Infrastruktur Lokal, Dorong Pencegahan Fraud di RI

Melalui pendekatan storytelling, anak-anak usia taman kanak-kanak diajak memahami konsep dasar kehidupan seperti kepedulian, perlindungan, perencanaan, dan tanggung jawab dengan cara yang lebih mudah dipahami.

Program ini juga bekerja sama dengan PT Chubb Life Insurance Indonesia melalui penyediaan literacy corner berupa donasi buku dan pembangunan pojok literasi di lingkungan sekolah.

Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI, Freddy Thamrin, mengatakan pendekatan storytelling dinilai efektif untuk memperkenalkan konsep dasar literasi keuangan kepada anak-anak.

Baca Juga :   BCA Raih KEJAR Award dari OJK, Wujud Komitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda

“Mengusung konsep storytelling yang ringan, memungkinkan anak memahami konsep dasar kehidupan secara intuitif tanpa harus berhadapan dengan istilah-istilah teknis yang kompleks,” ujar Freddy dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan InsureTell turut menghadirkan pendongeng Palupi Mutiasih yang menyampaikan materi melalui sesi interaktif seperti ice breaking, bernyanyi, bermain, hingga mendongeng.

AAJI menilai perpustakaan memiliki peran strategis sebagai ruang literasi yang aman dan bermakna, khususnya bagi anak usia 4 hingga 6 tahun.

Baca Juga :   Harga Bitcoin Turun dari Puncaknya, Investor Diimbau Tetap Tenang

Selain mendorong budaya membaca, program ini juga bertujuan membangun persepsi positif terhadap industri asuransi sebagai sektor yang mendukung pengembangan generasi masa depan.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

AAJI berharap program InsureTell dapat memberikan dampak jangka panjang dalam membentuk generasi yang gemar membaca sekaligus memiliki pemahaman finansial sejak dini.