BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Chitose Internasional Tbk (CINT) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I/2026 dengan pertumbuhan penjualan dan laba bersih.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,98 miliar, meningkat 21% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp1,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan naik 6% YoY menjadi Rp114 miliar dari sebelumnya Rp107 miliar.
Direktur CINT R. Nurwulan Kusumawati mengatakan capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi yang dijalankan Perseroan, termasuk langkah perbaikan berbasis evaluasi kinerja tahun sebelumnya.
“Kinerja Perseroan pada kuartal I 2026 mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi berkelanjutan serta komitmen untuk memberikan nilai terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Untuk menjaga tren positif, Perseroan akan tetap fokus pada bisnis inti dan basis pelanggan loyal, khususnya di segmen produk pendidikan dan perkantoran. Di sisi lain, CINT juga memperluas diversifikasi ke segmen baru, termasuk sektor kesehatan (healthcare).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Perseroan melakukan revitalisasi teknologi guna mendukung pengembangan produk di berbagai segmen, sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas manufaktur. CINT mengalokasikan belanja modal sebesar Rp15 miliar untuk mendukung langkah tersebut.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah lini produk C-Pro Airmate yang diaplikasikan ke berbagai kebutuhan, seperti matras rumah sakit, kasur bayi, hingga bantal. Produk ini dirancang dengan material ramah lingkungan, mudah dibersihkan, serta memiliki sirkulasi udara yang baik untuk mendukung kebutuhan kesehatan.
Manajemen menilai diversifikasi produk menjadi strategi kunci dalam menjawab dinamika pasar sekaligus memperkuat posisi Perseroan di industri furnitur dan kesehatan.
“Kami optimistis strategi ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi Perseroan,” kata Nurwulan.
Sejalan dengan strategi tersebut, CINT menargetkan penjualan mencapai sekitar Rp560 miliar atau tumbuh 8% sepanjang 2026. Laba bersih juga ditargetkan meningkat sekitar 5% menjadi Rp35 miliar.











