BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Platform pencegahan fraud dan kepatuhan anti pencucian uang (AML), SEON, mencatat pertumbuhan bisnis yang pesat di Indonesia seiring meningkatnya adopsi di sektor keuangan digital.
Indonesia menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi SEON di kawasan Asia Pasifik, didorong oleh ekspansi basis pelanggan di sektor perbankan digital, pinjaman, dan pembayaran.
Dalam keterangan resminya, perusahaan memproyeksikan pendapatan di Indonesia akan meningkat dua kali lipat secara tahunan pada tahun fiskal 2026 (FY26), sejalan dengan meningkatnya kebutuhan solusi fraud dan kepatuhan terhadap regulasi.
Senior Vice President dan GM SEON Troy Nyi Nyi mengatakan kompleksitas fraud di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan ekosistem fintech.
“Indonesia merupakan salah satu pasar fintech paling dinamis dengan lanskap fraud yang semakin kompleks. Kami berkomitmen mendukung institusi keuangan dalam memperkuat manajemen risiko dan kepatuhan,” ujarnya, Selasa (22/4/2026).
SEON menghadirkan platform “Fraud and AML Command Center” yang memungkinkan institusi keuangan mendeteksi, menginvestigasi, dan menangani risiko dalam satu sistem terpadu.
Perusahaan juga telah membangun infrastruktur data lokal di Indonesia guna memastikan pemrosesan data sesuai regulasi serta mendukung pengambilan keputusan secara real time.
Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia turut meningkatkan urgensi penguatan sistem keamanan. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mendekati US$120 miliar pada 2026.
Data Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran digital mencapai 4,67 miliar pada Februari 2026 atau tumbuh 40,35% secara tahunan. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Anti-Scam Centre telah menerima ratusan ribu laporan terkait penipuan dan memblokir ratusan ribu akun.
Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri, SEON membantu institusi keuangan menghadapi tantangan fraud yang semakin kompleks, termasuk lonjakan volume penipuan dan tuntutan regulasi yang kian ketat.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, SEON akan menggelar RiskTech Connect di Jakarta pada 28 April 2026 dengan tema “AI-Powered Fraud Defenses”. Forum ini akan mempertemukan pelaku industri untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam memperkuat sistem keamanan dan manajemen risiko.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi SEON memperluas jaringan mitra di Asia Pasifik, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai pasar kunci dalam pengembangan solusi fraud dan AML di kawasan.











