Scroll untuk baca artikel
Finansial

DBS Indonesia Siapkan Talenta Hadapi AI, 80% Karyawan Gunakan iGrow

2
×

DBS Indonesia Siapkan Talenta Hadapi AI, 80% Karyawan Gunakan iGrow

Sebarkan artikel ini
Pasar keuangan global memasuki kuartal IV 2026 dengan ketahanan yang masih kuat meski menghadapi tekanan dari harga energi, kenaikan imbal hasil obligasi, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian arah kebijakan moneter. DBS Chief Investment Office (CIO) menilai kinerja laba perusahaan yang solid serta berlanjutnya siklus belanja modal (capital expenditure/capex) untuk kecerdasan buatan (AI) masih menjadi penopang momentum ekonomi. Namun, kondisi pasar yang semakin selektif membuat investor perlu mencermati kualitas arus kas, kebutuhan pendanaan, serta valuasi aset

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia mempercepat transformasi sumber daya manusia untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Salah satu strateginya adalah memanfaatkan perangkat pengembangan karier berbasis AI, iGrow dan iCoach, yang telah diakses hampir 80% karyawan perusahaan.

Melalui kedua platform tersebut, karyawan dapat mengeksplorasi peluang karier, memetakan kesenjangan kompetensi, serta memperoleh rekomendasi pengembangan keterampilan sesuai kebutuhan pekerjaan. Sementara itu, iCoach menyediakan pendampingan karier secara personal untuk membantu karyawan menyusun rencana pengembangan profesional.

Director of Human Resources PT Bank DBS Indonesia Aries NP Sunu mengatakan, transformasi AI tidak hanya mengubah teknologi yang digunakan perusahaan, tetapi juga menuntut perubahan pola pikir dan cara karyawan menciptakan nilai dalam pekerjaan.

“Di Indonesia, kami melihat transformasi AI bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan perubahan mindset dalam cara kita bekerja dan menciptakan nilai. Karena itu, prioritas kami adalah memastikan karyawan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan perangkat yang tepat untuk berkembang bersama teknologi,” ujar Aries.

Menurutnya, pemanfaatan AI di lingkungan kerja diharapkan dapat mengurangi aktivitas repetitif dan meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, karyawan memiliki lebih banyak waktu untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan kreativitas, kolaborasi, pemikiran kritis, dan pertimbangan manusia.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Live Fulfilled Festival. Dalam kegiatan tersebut, karyawan memperoleh kesempatan mencoba berbagai perangkat AI praktis sekaligus mengikuti aktivitas pengembangan keterampilan, karier, dan kesejahteraan melalui pendekatan interaktif 5E, yakni Excite, Enable, Educate, Empower, dan Embed.

Untuk memperkuat regenerasi talenta, Bank DBS Indonesia juga menjalankan program Management Associate dengan melibatkan 10 peserta pada tahun ini.

Baca Juga :   Krom Bank Catat Lonjakan DPK Hampir 4 Kali Lipat, Pastikan Dana Nasabah Tumbuh Aman di Tengah Tantangan Ekonomi

Disrupsi AI Ubah Kebutuhan Kompetensi

Transformasi tenaga kerja menjadi tantangan yang semakin besar bagi industri keuangan. Perusahaan tidak cukup hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga perlu memastikan karyawan memiliki kompetensi untuk beradaptasi dengan perubahan struktur pekerjaan.

Laporan The Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) memproyeksikan sebanyak 170 juta pekerjaan baru akan tercipta hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan berpotensi terdampak atau tergeser. Dengan demikian, terdapat potensi penambahan bersih sekitar 78 juta pekerjaan.

Namun, perubahan tersebut juga diikuti pergeseran kebutuhan keterampilan. WEF memperkirakan hampir 40% kompetensi yang dibutuhkan dalam pekerjaan akan berubah hingga 2030. Kondisi ini membuat program peningkatan keterampilan (upskilling), pelatihan ulang (reskilling), dan mobilitas karier semakin penting bagi dunia usaha.

Di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong penguatan program upskilling dan reskilling untuk mengantisipasi disrupsi AI dan robotik. Pemerintah menekankan pentingnya prinsip no one left behind agar transformasi teknologi tetap memberikan akses pengembangan kompetensi dan peluang kerja secara inklusif.

Dalam menghadapi perubahan tersebut, DBS mengembangkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan pelatihan konvensional, tetapi juga memberikan akses kepada karyawan untuk mengenali potensi diri, mendapatkan arahan karier, dan menjajaki peluang pekerjaan baru.

Aries mengatakan, pengembangan kompetensi menjadi bagian penting untuk memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :   ‘Trust Your Spark’, DBS Indonesia Rayakan HUT ke-35 dengan Aksi Peduli Lingkungan Bersama Banksasuci di Cisadane

Perkuat Pendampingan Karier Regional

Di tingkat grup, DBS juga meluncurkan Career Advisory Service atau layanan penasihat karier yang menggabungkan teknologi dengan pendampingan langsung oleh manusia.

Layanan ini mengintegrasikan iGrow dan iCoach dengan dukungan lebih dari 100 Career Advisor internal yang tersebar di enam pasar utama DBS. Para penasihat tersebut membantu karyawan mengenali kekuatan diri, mengeksplorasi peluang pekerjaan, serta menerjemahkan aspirasi profesional menjadi rencana karier yang lebih terarah.

Selain pengembangan internal, DBS memperluas kolaborasi dengan Institute of Banking and Finance Singapore (IBF) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja sektor jasa keuangan dalam menghadapi perkembangan AI melalui tiga pendekatan, yakni uplift, upskill, dan upbuild.

Pada aspek uplift, DBS dan IBF akan membekali karyawan dengan kompetensi dasar AI melalui program yang diakui IBF. Materi pelatihan mencakup tata kelola AI, penerapan AI yang bertanggung jawab, prompt engineering, serta pemanfaatan AI dalam pekerjaan sehari-hari.

DBS membawa pengalaman membekali sekitar 40.000 karyawan secara global, termasuk 14.800 karyawan di Singapura, dengan keterampilan dasar AI.

Selanjutnya, pendekatan upskill diarahkan untuk membantu karyawan beradaptasi dengan perubahan peran pekerjaan melalui perancangan ulang pekerjaan (job redesign) dan program pelatihan ulang. Dalam hal ini, DBS telah meningkatkan keterampilan lebih dari 11.000 karyawan yang pekerjaannya mengalami perubahan signifikan akibat AI.

Adapun pendekatan upbuild difokuskan pada pengembangan jalur talenta muda di sektor keuangan, termasuk melalui program Young Talent Programme for AI in Finance milik IBF yang melibatkan DBS sebagai mitra perintis.

Baca Juga :   Alami Kendala Sistem, Bank DKI Sampaikan Progres Perbaikan Sistem Layanan Transfer Antar-Bank

Di Singapura, DBS berkomitmen menerima lebih dari 500 talenta muda lokal sepanjang 2026 melalui program Management Associate, magang, dan traineeship.

Head of Group Human Resources DBS Lee Yan Hong mengatakan, AI dapat memperkuat kemampuan kognitif manusia dengan mengambil alih sejumlah pekerjaan administratif dan repetitif serta mempercepat pengolahan data dalam jumlah besar.

“Kami memandang AI sebagai penguat kemampuan kognitif yang mengotomatisasi tugas-tugas repetitif dan administratif serta merangkum data dalam jumlah besar dengan cepat. Dengan mengurangi pekerjaan yang menyita tenaga, AI memberi orang lebih banyak waktu untuk menerapkan keterampilan tingkat tinggi seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, dan membangun hubungan,” ujar Lee.

Dia menambahkan, DBS akan terus mengembangkan pendekatan sebagai bank berbasis AI yang tetap menempatkan manusia sebagai pusat pengambilan keputusan dan pengembangan layanan.

Komitmen DBS terhadap pengembangan teknologi AI juga tercermin dari sejumlah penghargaan internasional. Dalam ajang AI in Finance Awards 2025 yang diselenggarakan Global Finance, DBS meraih predikat World’s Best AI Bank 2025.

DBS juga dinobatkan sebagai World’s Best Bank for AI in Finance – Corporate untuk kedua kalinya secara berturut-turut, serta memperoleh penghargaan Best AI in Fraud Detection/Prevention – Corporate/Institutional AI Bank.

Melalui penguatan kompetensi internal, pendampingan karier, dan kolaborasi regional, Bank DBS Indonesia berupaya memastikan pemanfaatan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kualitas dan daya saing tenaga kerja sektor keuangan di tengah perubahan dunia kerja.