Scroll untuk baca artikel
Nasional

Aksi Mahasiswa Unpad Petakan Masalah Air Bersih di Sumedang

8
×

Aksi Mahasiswa Unpad Petakan Masalah Air Bersih di Sumedang

Sebarkan artikel ini
Foto 4_Proyek penelitian ilmiah terhadap kualitas air Desa Cileles merupakan bentuk pengabdian Josephine kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesadaran terhadap titik-titik air berkualitas di area Desa Cilel

BISNISASIA.CO.ID, BANDUNG – Akses air bersih dan sanitasi masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Indonesia. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan pemetaan kualitas air di Desa Cileles, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Inisiatif ini digagas oleh Josephine Sophie Mathilda Sagala melalui proyek Clean Water for All, sebagai bagian dari program Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025.

Mengacu data World Health Organization (WHO), sekitar 2,1 miliar penduduk dunia belum memiliki akses air minum yang dikelola secara aman, sementara 3,4 miliar orang belum memiliki akses sanitasi layak.

Di Indonesia, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hanya 10,30% rumah tangga memiliki akses sanitasi aman, dan sekitar 6,78% masyarakat belum memiliki akses air minum layak.

Baca Juga :   Pemkab Sumedang Gandeng Docquity Atasi Tuberkulosis, Stunting dan Hipertensi

Teliti 16 Titik Sumber Air

Melalui pendekatan ilmiah, tim melakukan penelitian terhadap 16 titik sumber air di Desa Cileles.

Rangkaian kegiatan dimulai dari survei lokasi, koordinasi dengan pemerintah desa, hingga pengumpulan dan analisis data lapangan. Hasilnya menunjukkan kualitas air yang bervariasi.

Sebagian besar sumber air dinilai aman untuk kebutuhan sehari-hari, namun masih memerlukan pengolahan lebih lanjut sebelum dikonsumsi.

Untuk memperluas dampak, tim juga mengembangkan situs web yang menyajikan hasil penelitian secara komprehensif dan mudah dipahami masyarakat.

Baca Juga :   Bentrok Aktivis Iklim dan Polisi di Luar Pabrik Mobil Listrik Tesla di Jerman

“Harapannya, proyek ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan air berkelanjutan,” ujar Josephine.

Didukung Program Beasiswa SCG

Proyek ini merupakan bagian dari program SCG Sharing the Dream, yang telah berjalan selama 14 tahun dan menyalurkan lebih dari Rp22 miliar kepada pelajar di berbagai wilayah Indonesia.

President Director Pattaraphon Charttongkum menyatakan dukungan terhadap inisiatif tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong inclusive green growth.

Menurutnya, proyek ini dapat membantu masyarakat memahami kualitas air sekaligus menjadi dasar perencanaan pengelolaan sumber daya air yang lebih baik.

Baca Juga :   Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

Jadi Acuan Pembangunan Desa

Hasil penelitian dan platform digital proyek Clean Water for All telah diserahkan kepada Pemerintah Desa Cileles pada 9 April 2026.

Kepala Desa Cileles, Duduy Abdul Kholik, menyambut baik inisiatif tersebut.

“Data ini akan menjadi acuan dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, hasil kajian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan sumber air yang lebih berkelanjutan di tingkat desa.

Upaya mahasiswa ini menunjukkan peran generasi muda dalam menghadirkan solusi berbasis data untuk persoalan dasar masyarakat, sekaligus mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.