Scroll untuk baca artikel
Industri

Zurich Tanam 1.000 Mangrove dan Dorong Literasi Keuangan di Tangerang

1
×

Zurich Tanam 1.000 Mangrove dan Dorong Literasi Keuangan di Tangerang

Sebarkan artikel ini
(Ki-ka) Ayub Satria Dirgantara, Head of Japanese Corporate Business Management and Collaboration Department and Japanese Corporate Banking Department 1, MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch (MUFG Indonesia); Handriady Chia, Regional Corporate Office PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon); Hananta Praditya, Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia; Nadine Chandrawinata, Founder & Executive Director Seasoldier Indonesia; Sylvanus Gani Mendrofa, Chief Financial Officer, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance); Dinni Septianingrum, Founder & Chief Operating Officer Seasoldier Indonesia; dan Dolly Susanto, Chief Sales Officer, PT Home Credit Indonesia (Home Credit), melakukan penanaman mangrove secara simbolis bersama peserta rangkaian kegiatan “Sayang Bumiku” di Tanjung Pasir, Tangerang. Melibatkan lebih dari 100 karyawan sebagai sukarelawan, kegiatan ini berhasil menanam 1.000 pohon mangrove sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan ekosistem pesisir dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan
BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Kolaborasi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi fokus program “Sayang Bumiku” yang digelar Zurich bersama sejumlah perusahaan dalam ekosistem MUFG Group di Tanjung Pasir, Tangerang. Melalui program ini, lebih dari 100 sukarelawan menanam 1.000 pohon mangrove, membersihkan pantai, serta memberikan edukasi literasi keuangan dan dukungan bagi pendidikan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Kegiatan yang berlangsung pada 16 Oktober 2026 tersebut melibatkan Zurich, MUFG Bank Ltd. Jakarta Branch (MUFG Indonesia), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), dan PT Home Credit Indonesia (Home Credit).

Penanaman mangrove menjadi salah satu agenda utama program tersebut. Selain membantu menjaga ekosistem pesisir, tanaman ini berperan dalam menekan abrasi, menyimpan karbon, serta mendukung adaptasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Zurich memperkirakan 1.000 pohon mangrove yang ditanam berpotensi menyerap sekitar 12,3 ton karbon dioksida (CO₂) per tahun ketika tumbuh optimal. Besaran penyerapan karbon tersebut bergantung pada kondisi lingkungan, tingkat pertumbuhan, dan kelangsungan hidup tanaman.

Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Musi Samosir mengatakan, upaya membangun ketahanan masyarakat perlu dilakukan tidak hanya melalui pengelolaan risiko saat ini, tetapi juga dengan mempersiapkan komunitas menghadapi tantangan jangka panjang.

“Di Zurich, kami percaya bahwa membangun ketahanan tidak hanya berarti membantu masyarakat menghadapi risiko hari ini, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Melalui program Sayang Bumiku, kami ingin menghadirkan dampak berkelanjutan melalui pelestarian lingkungan, peningkatan literasi keuangan, dan penguatan kapasitas komunitas,” ujarnya.

Baca Juga :   Gen Z Paling Rentan Secara Finansial, Sun Life Asia Soroti Dampak Inflasi dan Minimnya Rencana Jangka Panjang

Program ini dilaksanakan bersama Seasoldier Foundation, organisasi yang telah mendampingi masyarakat pesisir Tanjung Pasir sejak 2018. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Founder & Executive Director Seasoldier Foundation Nadine Chandrawinata menilai, restorasi pesisir membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Restorasi pesisir adalah langkah nyata untuk mengembalikan fungsi alam sekaligus membangun masa depan pesisir yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Kegiatan ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan ekosistem pesisir dapat pulih, tetap terjaga dan terus memberikan manfaat,” kata Nadine.

Baca Juga :   Ericsson: 5G Percepat Visi Indonesia Emas 2045

Selain kegiatan lingkungan, Zurich turut menyalurkan perangkat pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rumpin. Perusahaan juga memberikan perlengkapan usaha dan dukungan promosi produk bagi UMKM lokal berbasis mangrove.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat, baik dalam mengakses pendidikan maupun mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Dengan demikian, program Sayang Bumiku tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga menggabungkan pelestarian lingkungan dengan penguatan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Zurich Indonesia terdiri atas PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, PT Zurich General Takaful Indonesia, dan PT Zurich Topas Life. Ketiga perusahaan tersebut berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).