Scroll untuk baca artikel
Finansial

Maybank Bangun Ekosistem Halal ASEAN, Hubungkan Indonesia-Singapura

4
×

Maybank Bangun Ekosistem Halal ASEAN, Hubungkan Indonesia-Singapura

Sebarkan artikel ini
Kantor Pusat PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Maybank memperkuat konektivitas ekosistem industri halal ASEAN melalui kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian di Indonesia dan Gallant Venture di kawasan Bintan, dengan fokus pada pembiayaan syariah, sertifikasi, rantai pasok dan akses pasar regional.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Maybank Group memperluas konektivitas ekosistem industri halal di Asia Tenggara melalui penguatan pembiayaan syariah, fasilitasi sertifikasi, pengembangan kapasitas usaha hingga akses pasar lintas negara.

Langkah tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif di Indonesia, Singapura dan Malaysia, seiring meningkatnya peluang ekonomi halal di kawasan ASEAN. Maybank menilai integrasi rantai pasok dan akses pembiayaan lintas batas menjadi faktor penting untuk mendorong pelaku usaha halal Indonesia masuk ke pasar regional dan global.

Di Indonesia, penguatan ekosistem tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian dalam rangkaian Halal Indonesia International Industry Expo di Tangerang.

Kerja sama itu mencakup lima area utama, yakni promosi industri halal, fasilitasi sertifikasi dan penguatan kapasitas usaha, pembiayaan syariah, edukasi industri, serta pembukaan akses pasar dan jejaring bisnis.

Direktur UUS Maybank Indonesia Romy Buchari mengatakan kerja sama tersebut ditujukan untuk membangun ekosistem yang lebih terintegrasi sehingga pelaku usaha halal nasional dapat meningkatkan skala bisnis dan daya saing.

“Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai pusat manufaktur dan perdagangan halal regional.”

Menurut Romy, dukungan tidak hanya diarahkan pada pembiayaan, tetapi juga mencakup sertifikasi dan akses pasar internasional melalui jaringan Maybank Group.

Baca Juga :   ASLC Siapkan Buyback Saham, Optimistis Prospek Bisnis 2026

Maybank Raih IHYA 2026

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, UUS Maybank Indonesia meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian untuk kategori Lembaga Jasa Keuangan yang Memberikan Dukungan Program Halal, subkategori Bank Terbaik.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya Maybank memperkuat posisi bisnis syariahnya di Indonesia sekaligus mendukung pengembangan industri halal nasional.

Potensi tersebut cukup besar mengingat Indonesia memiliki basis konsumen Muslim terbesar di dunia. Selain pasar domestik, pengembangan industri halal juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, kosmetik, farmasi hingga pariwisata ramah Muslim.

Secara global, laporan State of the Global Islamic Economy mencatat belanja konsumen Muslim pada sektor ekonomi halal terus berkembang dan mencakup sejumlah sektor utama seperti makanan halal, fesyen, farmasi, kosmetik, perjalanan dan media. Kondisi ini membuka ruang bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok halal global.

Hubungkan Indonesia-Singapura-Malaysia

Penguatan ekosistem juga dilakukan di tingkat regional. Maybank Singapore menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gallant Venture Ltd untuk mengembangkan Bintan Inti Halal Hub.

Baca Juga :   Riset LPEM FEB UI: Pendanaan AdaKami Berkontribusi Hingga Rp10,9 Triliun ke PDB

Kolaborasi tersebut dirancang untuk menghubungkan ekosistem industri halal Indonesia, Singapura dan Malaysia melalui solusi perbankan syariah.

Ada empat pilar utama yang menjadi fokus kemitraan, yakni promosi investasi, penyediaan solusi perbankan syariah, pengembangan kapasitas ekosistem halal, serta dukungan terhadap infrastruktur operasional yang mencakup logistik, rantai pasok dan sertifikasi halal.

Model tersebut memanfaatkan posisi Bintan sebagai kawasan perdagangan dan industri yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia.

Melalui konsep Singapore-Bintan twinning, pelaku usaha dapat memanfaatkan konektivitas dan akses bisnis Singapura dengan fasilitas industri di Bintan. Integrasi tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan manufaktur, distribusi dan ekspor produk halal.

Chief Executive Officer Maybank Singapore Alvin Lee Han Eng mengatakan konektivitas regional menjadi salah satu elemen penting dalam pengembangan ekonomi halal ASEAN.

“Kolaborasi ini menyatukan keahlian perbankan syariah dan jaringan regional Maybank untuk membuka peluang bisnis lintas batas yang lebih luas di seluruh ASEAN bersama Gallant Venture,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Gallant Venture Eugene Park mengatakan konsep Bintan Inti Halal Hub mengintegrasikan konektivitas global Singapura dengan fasilitas industri di Bintan.

Menurut dia, kombinasi tersebut dapat memberikan alternatif bagi pelaku industri yang ingin membangun basis manufaktur dan ekspor halal dengan dukungan pembiayaan serta ekosistem bisnis terpadu.

Baca Juga :   BCA Raih Penghargaan BPJPH atas Pendampingan Sertifikasi Halal UMKM

Dorong Rantai Pasok Halal ASEAN

Ekosistem yang dikembangkan Maybank juga menghubungkan fasilitas kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) di Bintan dengan transaksi perbankan lintas negara dan akses pemasaran regional melalui Salaam Marketplace, platform business-to-business (B2B) halal di Malaysia.

Dengan model tersebut, rantai nilai industri halal tidak hanya diarahkan pada proses produksi, tetapi juga mencakup pembiayaan, sertifikasi, logistik, perdagangan dan distribusi.

Group Chief Executive Officer Islamic Banking sekaligus CEO Maybank Islamic Berhad Yasin Abdullah mengatakan inisiatif tersebut sejalan dengan strategi ROAR30 Maybank untuk mendukung pertumbuhan ekonomi riil sekaligus memperkuat bisnis perbankan syariah di ASEAN.

Bagi Indonesia, integrasi tersebut berpotensi membuka jalur baru bagi pelaku industri halal untuk memperluas pasar. Tantangannya adalah memastikan standar sertifikasi, pembiayaan, logistik dan regulasi dapat saling terhubung sehingga produk Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga lebih mudah masuk ke rantai pasok regional.

Pada akhirnya, penguatan industri halal ASEAN tidak hanya bergantung pada pertumbuhan permintaan. Konektivitas antarpelaku usaha, kepastian sertifikasi, pembiayaan syariah dan infrastruktur perdagangan lintas negara menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok halal yang terintegrasi.