BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Chitose Internasional Tbk. (CINT) optimistis dapat membukukan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026, seiring meningkatnya permintaan furnitur untuk sektor pendidikan.
Direktur CINT R Nurwulan Kusumawati mengatakan peluang tersebut turut didorong oleh investasi pemerintah dalam pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Selain institusi pendidikan negeri, permintaan pengadaan furnitur dari institusi swasta juga mulai meningkat.
“Kami melihat permintaan di sektor pendidikan terus menguat. Pemerintah mempercepat pemerataan pendidikan bermutu serta mulai meningkatnya permintaan pengadaan furnitur dari institusi-institusi pendidikan swasta,” ujarnya.
Menurut dia, perkembangan tersebut membuka peluang bagi CINT untuk memperluas pasar sekaligus mempertahankan pertumbuhan penjualan hingga akhir 2026.
Untuk menangkap peluang tersebut, perseroan terus memperkuat portofolio produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta tren pasar. Strategi itu menjadi bagian dari upaya CINT memperluas basis pasar di tengah meningkatnya kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Optimisme tersebut turut ditopang kinerja keuangan perseroan. CINT mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp11,4 miliar, atau melonjak 384% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp2,3 miliar.
Pada periode yang sama, pendapatan CINT tumbuh 26% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp259,21 miliar.
Segmen pendidikan menjadi salah satu penopang pertumbuhan tersebut. Pendapatan sebelum eliminasi dari segmen pendidikan mencapai Rp121,7 miliar, meningkat 36% YoY dibandingkan Rp89,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, segmen perkantoran masih menjadi kontributor pendapatan terbesar. Pendapatan sebelum eliminasi dari segmen ini mencapai Rp179,4 miliar, naik 69% YoY dari Rp105,9 miliar pada 2025.
Kinerja kedua segmen tersebut memberikan ruang bagi CINT untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.
Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif serta meningkatnya permintaan pada produk furnitur pendidikan, CINT menargetkan pertumbuhan penjualan double digit pada tahun fiskal 2026.
Nurwulan mengatakan penguatan bisnis tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mengambil peluang dari investasi berkelanjutan di sektor pendidikan.











