PELNI menghadirkan Sail The Tales, pengalaman berbasis augmented reality (AR) di KM Kelud yang memungkinkan penumpang mengakses cerita sejarah, budaya, dan legenda lokal berdasarkan lokasi pelayaran. Layanan ini dapat dinikmati melalui Wi-Fi kapal tanpa mengunduh aplikasi baru. Sepanjang 2025, PELNI melayani sekitar 5,15 juta penumpang
BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mulai mengintegrasikan teknologi augmented reality (AR) ke dalam layanan perjalanan laut melalui program Sail The Tales di KM Kelud. Inisiatif ini memungkinkan penumpang mengakses cerita sejarah, budaya, legenda lokal, hingga kehidupan masyarakat pesisir berdasarkan lokasi yang dilalui kapal.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PELNI mengembangkan layanan transportasi laut berbasis digital. Melalui teknologi ini, perjalanan antarpulau tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Nusantara.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan, penumpang dapat mengakses konten Sail The Tales melalui ponsel yang terhubung dengan jaringan Wi-Fi kapal atau Seawifi. Layanan tersebut tidak mengharuskan penumpang mengunduh aplikasi baru.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman berlayar yang lebih menarik dan interaktif bagi penumpang. Melalui Sail The Tales, perjalanan laut tidak hanya menjadi sarana untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, tetapi juga kesempatan untuk mengenal sejarah, budaya, dan cerita lokal Indonesia,” ujar Ditto.
Konten Sail The Tales dirancang berbasis lokasi sehingga cerita tertentu dapat diakses ketika kapal melintasi wilayah yang berkaitan dengan kisah tersebut. Pendekatan ini memungkinkan penumpang mengenal sejarah, legenda, serta kehidupan masyarakat pesisir di sepanjang perjalanan.
Pada tahap awal, pengalaman digital tersebut tersedia di KM Kelud yang melayani rute Tanjung Priok–Batam–Tanjung Balai Karimun–Belawan.
PELNI menghadirkan episode perdana bertajuk Kisah Para Penjaga Nusantara yang dirilis pada 16 Oktober 2026. Episode tersebut menjadi langkah awal perusahaan dalam mengemas cerita lokal melalui pendekatan teknologi interaktif.
Ditto mengatakan, pengembangan Sail The Tales diharapkan memberikan nilai tambah terhadap layanan perusahaan sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
“Kami berharap Sail The Tales dapat menjadi inovasi yang memberi nilai tambah bagi layanan PELNI. Inisiatif ini juga membuka peluang untuk mengemas kekayaan cerita lokal Indonesia dengan cara yang relevan bagi penumpang masa kini,” katanya.
Potensi pengembangan layanan tersebut didukung oleh besarnya jumlah pengguna transportasi laut di Indonesia. Sepanjang 2025, PELNI melayani sekitar 5,15 juta penumpang di berbagai wilayah Indonesia.
Jumlah tersebut menunjukkan luasnya jangkauan layanan kapal penumpang PELNI sekaligus peluang untuk menghadirkan konten edukasi dan budaya kepada masyarakat yang melakukan perjalanan antarpulau.
Melalui Sail The Tales, PELNI berupaya memperluas fungsi perjalanan laut, tidak hanya sebagai penghubung antardaerah, tetapi juga sebagai sarana eksplorasi sejarah dan keberagaman budaya Indonesia melalui teknologi digital.











