Scroll untuk baca artikel
Luar Negeri

FedEx Terbangkan Dua Panda dari Tiongkok ke AS untuk Misi Konservasi

1
×

FedEx Terbangkan Dua Panda dari Tiongkok ke AS untuk Misi Konservasi

Sebarkan artikel ini
FedEx Panda Express mengangkut panda raksasa Ping Ping dan Fu Shuang dari Chengdu, Tiongkok, menuju Atlanta, Amerika Serikat, dalam penerbangan khusus yang didukung tim ahli satwa Zoo Atlanta.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Pengiriman satwa liar lintas benua membutuhkan lebih dari sekadar moda transportasi. Aspek kesejahteraan hewan, keamanan, rantai pasok, hingga koordinasi antarlembaga harus berjalan secara bersamaan. Hal itu terlihat dalam misi FedEx Panda Express yang mengangkut dua panda raksasa dari Chengdu, Tiongkok, menuju Atlanta, Amerika Serikat.

FedEx Corporation (NYSE: FDX) menerbangkan Ping Ping, panda jantan berusia enam tahun, dan Fu Shuang, panda betina berusia lima tahun, dari Bandara Internasional Chengdu Shuangliu menuju Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta.

Dalam penerbangan khusus tersebut, kedua panda ditempatkan di dalam kandang angkut yang dirancang khusus dan menjadi satu-satunya penumpang kargo di pesawat. Perjalanan juga didampingi tim ahli satwa dari Zoo Atlanta.

Selain kandang khusus, penerbangan membawa pasokan bambu segar, air minum, serta makanan yang biasa dikonsumsi kedua panda selama perjalanan. Sebelum keberangkatan, Ping Ping dan Fu Shuang juga menjalani proses pembiasaan dengan kandang angkut untuk membantu menjaga kenyamanan selama penerbangan.

Baca Juga :   Honda dan General Motors Kerjasama Produksi Unit Daya Berbahan Bakar Hidrogen di AS

Setibanya di Atlanta, kedua panda akan menjalani masa karantina di Zoo Atlanta sebelum diperkenalkan kepada publik yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.

Logistik untuk Satwa yang Membutuhkan Penanganan Khusus

Misi tersebut memperlihatkan kompleksitas logistik untuk kargo yang membutuhkan perlakuan khusus. Pengiriman tidak berhenti pada penerbangan internasional, tetapi dilanjutkan dengan transportasi darat dari bandara menuju Zoo Atlanta.

FedEx mengoordinasikan dukungan operasional udara dan darat di dua negara untuk memastikan perjalanan kedua panda berlangsung sesuai kebutuhan penanganan satwa.

Dalam konteks industri logistik, pengiriman semacam ini membutuhkan koordinasi antara operator transportasi, lembaga konservasi, tenaga ahli satwa, serta pihak terkait di negara asal dan negara tujuan.

FedEx menyebut perusahaan telah bekerja sama dengan pemerintah Tiongkok dan berbagai kebun binatang internasional selama beberapa dekade untuk mendukung pemindahan panda raksasa. Pada misi terbaru ini, perusahaan kembali menanggung biaya transportasi sebagai bagian dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga :   Inovasi AI Ramaikan Canton Fair 2025, Rumah Pintar dan Wearable Tech Jadi Sorotan

“Selama lebih dari dua dekade, FedEx mendapat kehormatan untuk membawa panda raksasa, salah satu satwa yang paling dilindungi oleh Tiongkok, ke berbagai belahan dunia sebagai simbol persahabatan,” ujar Salil Chari, Presiden FedEx untuk Kawasan Asia Pasifik.

Menurut Chari, pengangkutan panda lintas benua membutuhkan presisi, keandalan, dan koordinasi operasional yang tinggi. FedEx menyatakan pengalaman tersebut menjadi bagian dari kapabilitas perusahaan dalam menangani pengiriman internasional dengan kebutuhan khusus.

23 Panda Telah Dipindahkan Sejak 2000

Panda raksasa memiliki posisi penting dalam program konservasi, penelitian, dan kerja sama internasional. FedEx mulai mendukung pemindahan panda antara Tiongkok dan berbagai lembaga konservasi sejak 2000.

Termasuk Ping Ping dan Fu Shuang, FedEx mencatat telah memindahkan 23 ekor panda dari dan ke Tiongkok.

Rekam jejak FedEx Panda Express mencakup sejumlah perjalanan antara Tiongkok, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, dan Skotlandia.

Baca Juga :   Berikut 5 Makanan dan Minuman yang Membahayakan Gigi Anda

Beberapa misi yang tercatat antara lain pengiriman dari Tiongkok ke Amerika Serikat pada 2000 dan 2003, Tiongkok ke Skotlandia pada 2011, Tiongkok ke Prancis pada 2012, serta Tiongkok ke Kanada pada 2013.

Pada periode berikutnya, sejumlah misi juga dilakukan dari Amerika Serikat menuju Tiongkok, yakni pada 2010, 2017, 2019, dan beberapa perjalanan pada 2023–2024.

Bagi industri logistik, pemindahan satwa seperti panda menunjukkan bahwa rantai pasok lintas negara tidak hanya berkaitan dengan kecepatan pengiriman, tetapi juga kemampuan mengelola kargo dengan persyaratan khusus, mulai dari kondisi lingkungan hingga kebutuhan biologis selama perjalanan.

Melalui misi tersebut, FedEx menggabungkan transportasi udara dan darat dalam satu rangkaian perjalanan untuk mendukung pemindahan dua panda raksasa dari pusat konservasi di Tiongkok ke habitat baru mereka di Amerika Serikat.