Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Satelit Nusantara Lima Perkuat Transformasi Digital Indonesia

1
×

Satelit Nusantara Lima Perkuat Transformasi Digital Indonesia

Sebarkan artikel ini
Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman (kiri) bersama Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso di acara Peresmian Satelit Nusantara Lima, Jakarta (11/5).

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Sinar Mas meresmikan operasional Satelit Nusantara Lima (N5) sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas digital nasional, khususnya di wilayah terdepan dan terpencil Indonesia.

Peresmian satelit dilakukan di Jakarta pada Senin (11/5/2026) dan dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso.

Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, mengatakan langkah berikutnya setelah Satelit N5 memperoleh izin operasi adalah mempercepat pemerataan konektivitas internet di berbagai wilayah Indonesia.

“Langkah selanjutnya bagi kami setelah Satelit N5 mendapat izin untuk beroperasi adalah sesegera mungkin menjembatani konektivitas warga masyarakat, khususnya yang berada di kawasan terdepan dan terpencil di penjuru negeri,” ujar Ferry.

Baca Juga :   BCA dan UNDIP Kerja Sama Hadirkan Fasilitas Pembayaran Kuliah di myBCA dan Solar Panel Charging Station

Menurutnya, kehadiran Satelit Nusantara Lima diharapkan dapat memperkuat pelayanan publik, mempercepat perputaran ekonomi daerah, mendorong inovasi, hingga mendukung pemerataan pendidikan melalui akses internet yang lebih andal.

Ferry menilai keberadaan satelit tersebut tidak hanya mencerminkan kemandirian Indonesia dalam transformasi digital, tetapi juga membuka peluang penguatan konektivitas di tingkat regional.

Baca Juga :   Ransomware dan AI Generatif, Tantangan Keamanan Cloud di Indonesia

Ia menambahkan, investasi dalam pembangunan konektivitas di wilayah terpencil bukan sekadar bagian dari ekspansi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat.

“Konektivitas adalah hak, bukan privilege,” katanya.

Satelit Nusantara Lima diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis dalam mempercepat transformasi digital nasional di tengah meningkatnya kebutuhan akses internet yang merata di seluruh wilayah Indonesia.