BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Perempuan kian memainkan peran strategis dalam membentuk tren industri perjalanan global, mulai dari solo travel hingga perencanaan perjalanan keluarga dan grup.
Momentum ini sejalan dengan semangat emansipasi yang diperingati setiap Hari Kartini, di mana perempuan tidak hanya aktif dalam karier, tetapi juga semakin mandiri dalam mengeksplorasi dunia.
AirAsia MOVE (MOVE) mencatat, perempuan kini menjadi aktor utama dalam pengambilan keputusan perjalanan, baik untuk diri sendiri maupun orang terdekat.
CEO MOVE Nadia Omer mengatakan semangat emansipasi perempuan masih relevan dalam konteks modern, termasuk dalam pola perjalanan.
“Perempuan masa kini semakin berani dan mandiri dalam mengeksplorasi dunia. Kami bangga dapat mendukung mereka untuk terus memimpin dan membuka peluang baru,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Berdasarkan data transaksi MOVE pada kuartal I/2026, terdapat sejumlah tren utama yang mencerminkan perubahan perilaku perjalanan perempuan.
Mayoritas solo traveler perempuan berasal dari generasi milenial dengan porsi 46%, diikuti Gen Z sebesar 30%. Temuan ini menunjukkan tingginya kepercayaan diri perempuan usia produktif untuk bepergian secara mandiri, baik untuk relaksasi maupun pengembangan diri.
Selain itu, perempuan juga berperan sebagai perencana utama perjalanan keluarga. Sekitar 50% pemesanan perjalanan kategori keluarga dan grup dilakukan oleh pengguna perempuan, mencakup pengaturan jadwal, anggaran, hingga pemilihan layanan perjalanan.
Dari sisi preferensi layanan, sebanyak 63% pengguna perempuan menambahkan berbagai fitur pendukung seperti asuransi perjalanan, pemilihan kursi, bagasi, hingga opsi pembatalan fleksibel. Hal ini mencerminkan pendekatan yang lebih matang dalam mempertimbangkan kenyamanan dan risiko perjalanan.
Adapun destinasi favorit solo traveler perempuan cukup beragam. Sekitar 35% memilih destinasi pantai seperti Bali dan Phuket, sementara 26% berfokus pada wisata kuliner. Selain itu, 12% memilih destinasi urban untuk eksplorasi gaya hidup.
Perempuan juga cenderung merencanakan perjalanan lebih awal, dengan pemesanan dilakukan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan, mencerminkan pola perencanaan yang terstruktur.
Melalui temuan tersebut, MOVE menyatakan komitmennya untuk menghadirkan layanan perjalanan yang lebih inklusif dan relevan, sekaligus mendukung perempuan dalam menjelajahi dunia dengan percaya diri.











