BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PepsiCo bersama National Geographic Society mengumumkan pendanaan riset pertanian global melalui program Food for Tomorrow, termasuk proyek inovatif di Indonesia yang mengusung pertanian regeneratif berbasis kecerdasan buatan (AI).
Program ini memberikan dukungan penelitian di empat negara untuk memperkuat ketahanan tanah pada komoditas pangan utama, sekaligus membantu petani melalui solusi berbasis sains yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.
Inovasi Indonesia: AI untuk Pertanian Regeneratif
Di Indonesia, proyek LIFE (Land Innovation for Food & Empowerment) dipimpin oleh Al Greeny S. Dewayanti. Inisiatif ini memanfaatkan teknologi AI untuk memperbaiki lahan terdegradasi melalui sistem tumpang sari jagung dan sacha inchi—tanaman “superfood” yang kaya omega 3, 6, dan 9.
Pendekatan yang digunakan mengombinasikan:
- Analisis DNA tanah melalui metode metabarcoding
- Pemetaan mikroorganisme tanah
- Aplikasi berbasis AI untuk rekomendasi pertanian
Melalui teknologi ini, petani dapat memahami kondisi tanah secara praktis, seperti:
- Kebutuhan penambahan kompos
- Indikator kesiapan tanam
- Identifikasi mikroba yang menguntungkan atau merugikan
Pendekatan ini menjadi jembatan antara riset laboratorium dan praktik pertanian sehari-hari.
Target Ketahanan Pangan dan Dampak Sosial
Proyek LIFE tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sistem multi-crops yang dikembangkan diproyeksikan mampu memenuhi hingga 80% kebutuhan pangan keluarga di kawasan Labuan Bajo.
Selain itu, program ini juga:
- Memberdayakan 50 perempuan petani melalui koperasi
- Mengembangkan produk turunan sacha inchi bernilai tinggi (seperti minyak)
- Mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi modern
Kolaborasi Global untuk Masa Depan Pangan
Program Food for Tomorrow yang diluncurkan pada 2025 ini melibatkan komunitas National Geographic Explorers dari lebih 140 negara. Para peneliti mengerjakan berbagai proyek, mulai dari:
- Revitalisasi padang rumput
- Pengembangan mikroba tanah
- Praktik pertanian adaptif terhadap perubahan iklim
Chief Science and Innovation Officer National Geographic Society, Ian Miller, menegaskan bahwa pertanian regeneratif menjadi fokus penting untuk menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, kehilangan biodiversitas, dan degradasi lahan.
Sementara itu, Jim Andrew menyebutkan bahwa petani membutuhkan solusi berbasis sains untuk memastikan keberhasilan setiap musim tanam di tengah tekanan iklim yang semakin besar.
Dorongan Skala Global
PepsiCo sendiri menargetkan penerapan praktik pertanian regeneratif di lahan seluas 10 juta hektar pada 2030. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun sistem pangan global yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, hasil riset dari program ini akan dikembangkan dalam berbagai bentuk, termasuk:
- Visualisasi data interaktif
- Pameran multimedia
- Konten edukatif dan jurnalistik











