BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank DBS Indonesia menegaskan keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis dan operasional perusahaan. Melalui Laporan Keberlanjutan 2025, bank tersebut menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui pembiayaan berkelanjutan, tata kelola yang bertanggung jawab, serta program pemberdayaan masyarakat.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan keberlanjutan tidak diposisikan sebagai program pelengkap, melainkan menjadi landasan dalam pengambilan keputusan bisnis, pengelolaan risiko, hingga operasional perusahaan.
“Di Bank DBS Indonesia, kami percaya keberlanjutan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Karena itu, keberlanjutan kami integrasikan ke dalam seluruh lini operasional, mulai dari membiayai bisnis, melayani nasabah, mengelola risiko, hingga membangun operasional perusahaan,” ujar Lim Chu Chong dalam keterangan resmi, Selasa (20/5/2026).
Laporan tersebut menyoroti tiga pilar utama strategi keberlanjutan perusahaan, yakni Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan.
Pembiayaan Berkelanjutan Naik Jadi Rp15,6 Triliun
Pada pilar Perbankan Bertanggung Jawab, Bank DBS Indonesia mencatat portofolio pembiayaan kegiatan usaha berkelanjutan atau Kategori Keuangan Usaha Berkelanjutan (KKUB) mencapai lebih dari Rp15,6 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan Rp14,1 triliun pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor usaha yang mendukung ekonomi hijau dan pembangunan yang lebih inklusif.
Di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bank telah menyalurkan pembiayaan kumulatif lebih dari Rp3,8 triliun kepada masyarakat berpenghasilan rendah melalui berbagai mitra pembiayaan. Selain itu, fasilitas pinjaman modal kerja untuk UMKM tercatat mencapai Rp70 miliar.
Bank DBS Indonesia juga memperkuat partisipasi dalam pasar modal berkelanjutan. Sepanjang 2025, nilai langganan obligasi hijau yang difasilitasi perusahaan melampaui Rp1 triliun, menunjukkan tingginya minat investor terhadap instrumen investasi berbasis keberlanjutan.
Selain pembiayaan, perusahaan aktif mendorong pengembangan ekosistem energi bersih melalui kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN, serta International Energy Agency (IEA) guna mempercepat implementasi sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS) di Indonesia.
Kurangi Emisi dan Perkuat Keamanan Digital
Pada aspek operasional, Bank DBS Indonesia melaporkan konsumsi energi sebesar 8.397 MWh sepanjang 2025 dengan total emisi gas rumah kaca (GRK) mencapai 11.528 ton CO2e.
Dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut menunjukkan penurunan konsumsi energi sebesar 15% dan penurunan emisi GRK sebesar 17%.
Perusahaan juga meningkatkan penggunaan energi terbarukan hingga 213 MWh serta membeli 8.500 MWh Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pasar energi hijau.
Di bidang tata kelola, Bank DBS Indonesia terus memperkuat sistem keamanan digital melalui peningkatan teknologi deteksi penipuan, penerapan token digital yang lebih aman, serta penguatan tim anti-fraud untuk melindungi data dan transaksi nasabah.
Perseroan juga mengembangkan kompetensi sumber daya manusia di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sepanjang 2025, lebih dari 826 karyawan mengikuti program peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang terkait transformasi AI.
Jangkau 141 Ribu Individu Rentan
Melalui pilar Dampak Melampaui Perbankan, DBS Foundation memperluas program sosial yang menjangkau lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia dengan total komitmen pendanaan lebih dari SGD18,2 juta sejak 2024.
Perusahaan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan lebih dari Rp6 miliar bagi korban banjir dan tanah longsor di Aceh serta Sumatera Barat yang menjangkau lebih dari 10.400 individu dan 1.700 keluarga terdampak.
Selain itu, DBS Foundation mengalokasikan hibah senilai SGD850.000 kepada lima wirausaha sosial dan bisnis berdampak di Indonesia, yakni DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.
Dalam sektor ketahanan pangan, program FEAST! dan Food Rescue Warrior berhasil menyediakan lebih dari 744.500 porsi makanan kepada lebih dari 62.400 penerima manfaat serta menyelamatkan lebih dari 425.600 kilogram limbah makanan.
Partisipasi karyawan dalam kegiatan sukarela juga meningkat 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Total jam kerelawanan mencapai lebih dari 54.800 jam yang memberikan manfaat kepada lebih dari 111.000 individu di berbagai wilayah Indonesia.
Raih Berbagai Penghargaan ESG
Komitmen keberlanjutan Bank DBS Indonesia turut memperoleh pengakuan internasional. Grup DBS meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk gelar World’s Best Bank for Corporate Responsibility dari Euromoney serta Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance Sustainable Finance Awards 2025.
Di tingkat nasional, Bank DBS Indonesia juga meraih penghargaan KEHATI ESG Award 2025 sebagai Kreditur Terbaik untuk sektor pembiayaan utang dan proyek berkelanjutan.
Bagi Bank DBS Indonesia, keberlanjutan dipandang sebagai fondasi utama untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang tangguh, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia di masa depan.











