BISNISASIA.CO.ID, HONG KONG — Hong Kong Generative AI Research and Development Centre (HKGAI) tengah menyiapkan peluncuran model kecerdasan buatan terbaru berbasis DeepSeek sebagai bagian dari strategi ekspansi teknologi AI berbasis chip Tiongkok ke pasar global.
Model terbaru bernama HKGAI-V3 dijadwalkan meluncur pada paruh pertama 2026 dan dirancang untuk dapat beroperasi sepenuhnya menggunakan chip buatan China, termasuk Ascend 910C dari Huawei Technologies.
Dikutip dari SCMP, Direktur HKGAI Guo Yike mengatakan model ini telah melalui penyesuaian parameter penuh guna mendukung lokalisasi dan kompatibilitas dengan berbagai perangkat keras, baik global maupun domestik.
Dorong Konsep “AI Berdaulat”
HKGAI, yang didirikan pada 2023 melalui program InnoHK pemerintah Hong Kong, berfokus pada pengembangan model bahasa besar (large language model/LLM) yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Konsep utama yang diusung adalah “AI berdaulat”, yaitu kemampuan suatu wilayah untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem AI secara mandiri di atas infrastruktur sendiri, termasuk pengelolaan data dan teknologi.
Sebelumnya, HKGAI telah meluncurkan chatbot berbahasa Kanton, HKChat, yang menyediakan layanan seperti informasi transportasi real-time hingga panduan hukum lokal.
Menurut HKGAI, model awal mereka mampu mengungguli sistem generik dalam menjawab pertanyaan yang spesifik terhadap konteks Hong Kong.
Ekspansi ke Asia Tenggara
Kemampuan model V3 untuk berjalan di infrastruktur berbasis chip lokal dinilai akan mendorong adopsi di sektor publik dan swasta, karena memungkinkan pengoperasian AI di server internal tanpa bergantung pada cloud publik.
Guo menyebut pendekatan lokalisasi ini berpotensi diterapkan di berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara, dengan menyesuaikan konteks budaya, hukum, dan sosial masing-masing negara.
HKGAI juga telah menjalin kerja sama dengan mitra di China daratan serta pemerintah Guangxi sebagai pintu masuk ke pasar Asia Tenggara.
“Jika pendekatan ini berhasil di Hong Kong, maka dapat direplikasi di wilayah lain,” ujarnya.
Tantangan dan Komersialisasi
Meski demikian, HKGAI mengakui ekspansi AI berbasis teknologi China ke pasar global akan menghadapi persaingan ketat.
Saat ini, HKChat telah mencatat lebih dari 700.000 pengguna terdaftar. Ke depan, HKGAI berencana mengomersialisasikan teknologi mereka melalui layanan berbayar bagi pemerintah dan korporasi.
Selain itu, lembaga ini juga membuka peluang pendanaan eksternal dan mempertimbangkan langkah penawaran umum perdana (IPO) dalam lima tahun ke depan. (SCMP)











