BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Bank DBS Indonesia menghadirkan DBS Spring Festival 2026 untuk memberikan wawasan investasi bagi nasabah prioritas DBS Treasures dan Treasures Private Client di tengah dinamika ekonomi global.
Mengusung tema “Wealth, Crafted with Purpose”, acara ini menghadirkan berbagai perspektif dari pakar ekonomi dan investasi guna membantu nasabah memahami peluang dan risiko pasar, khususnya dalam menghadapi Tahun Kuda Api yang dipandang mencerminkan dinamika ekonomi yang cepat dan penuh perubahan.
Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan DBS Spring Festival merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi perayaan Imlek, tetapi juga forum berbagi insight finansial bagi nasabah prioritas.
“DBS Spring Festival adalah signature event kami yang dirancang sebagai wadah untuk menghadirkan insight mendalam bagi nasabah private dan prioritas. Tak hanya selebrasi Hari Raya Imlek, namun juga memberikan perspektif kredibel untuk menyambut Tahun Kuda Api,” ujar Melfrida.
Menurutnya, di tengah berbagai pilihan investasi yang tersedia, Bank DBS Indonesia ingin menjadi mitra tepercaya yang membantu nasabah membuat keputusan finansial yang tepat.
Dalam acara tersebut, Bank DBS Indonesia juga memaparkan sejumlah strategi investasi yang dinilai relevan di tengah kondisi pasar global saat ini.
Aset riil untuk menjaga stabilitas portofolio
Di tengah potensi peningkatan inflasi akibat pelonggaran likuiditas global, aset riil seperti infrastruktur, properti, komoditas, dan logam mulia dinilai dapat menjadi jangkar portofolio.
Secara historis, aset riil memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi sehingga cenderung mampu mempertahankan nilai saat terjadi tekanan harga.
Selain membantu menjaga daya beli, eksposur pada aset riil juga memberikan diversifikasi ketika pasar keuangan mengalami volatilitas.
Emas sebagai safe haven
Bank DBS Indonesia juga menilai emas tetap menjadi aset lindung nilai yang penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan risiko fiskal global.
Meskipun harga emas sempat mengalami koreksi, sejumlah faktor seperti kekhawatiran terhadap keberlanjutan utang pemerintah global, potensi pelemahan dolar AS, serta permintaan bank sentral diperkirakan tetap mendukung prospek emas ke depan.
Dalam portofolio investasi, emas berfungsi tidak hanya sebagai lindung nilai, tetapi juga sebagai alat diversifikasi untuk mengurangi risiko eksternal.
Peluang dari perkembangan kecerdasan buatan
Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga dinilai membuka peluang investasi baru yang berpotensi meningkatkan produktivitas global.
Namun investor disarankan tetap selektif dengan fokus pada perusahaan yang mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas secara berkelanjutan.
Perusahaan berkapitalisasi besar dinilai memiliki kapasitas lebih baik untuk memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.
Kredit investment-grade untuk ketahanan portofolio
Di sektor obligasi, Bank DBS Indonesia merekomendasikan kredit berperingkat investment-grade sebagai pilihan yang lebih stabil dibandingkan obligasi berisiko tinggi.
Instrumen ini dinilai menawarkan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, terutama pada obligasi dengan peringkat A atau BBB dengan tenor lima hingga tujuh tahun.
Diversifikasi ke saham Asia
Bank DBS Indonesia juga melihat peluang pertumbuhan dari pasar saham Asia di luar Jepang yang saat ini diperdagangkan dengan diskon sekitar 32,4 persen dibandingkan pasar negara maju.
Prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta potensi aliran modal global menjadikan kawasan ini menarik bagi investor yang ingin memperluas diversifikasi portofolio.
Perspektif Feng Shui Tahun Kuda Api
Selain menghadirkan pakar finansial, acara ini juga menghadirkan Angelina Fang, pakar Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia.
Menurutnya, kombinasi Shio Kuda dan elemen Api pada tahun ini membawa energi dinamis, keberanian, serta potensi perubahan besar.
“Pergantian dari Tahun Ular Kayu ke Tahun Kuda Api membawa energi baru yang penuh semangat dan optimisme. Namun, energi yang kuat juga perlu diimbangi dengan kesabaran serta pemikiran yang realistis, termasuk dalam mengambil keputusan investasi,” ujar Angelina.
Kolaborasi dengan desainer Sebastian Gunawan
DBS Spring Festival 2026 juga menghadirkan kolaborasi dengan desainer Indonesia Sebastian Gunawan melalui koleksi fesyen bertajuk “Jie”.
Dalam bahasa Mandarin, Jie berarti “ikatan”, yang merepresentasikan kesinambungan antara tradisi, warisan budaya, dan modernitas.
Melalui koleksi cheongsam dengan sentuhan desain kontemporer, Sebastian Gunawan menghadirkan perpaduan struktur tegas dan siluet elegan yang mencerminkan keseimbangan antara nilai heritage dan perspektif modern.











