Scroll untuk baca artikel
Headline

Schneider Electric Raih Pengakuan WEF atas Program Talenta Senior

3
×

Schneider Electric Raih Pengakuan WEF atas Program Talenta Senior

Sebarkan artikel ini
Schneider Electric Diakui sebagai Future of Inclusion Lighthouse melalui Senior Talent Program

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Schneider Electric memperoleh pengakuan dari World Economic Forum sebagai Future of Inclusion Lighthouse berkat implementasi Senior Talent Program, inisiatif global yang dirancang untuk mendukung pengembangan karier karyawan berpengalaman pada jenjang karier lanjutan.

Program tersebut bertujuan membantu karyawan membangun fase baru dalam perjalanan profesional mereka melalui dukungan pengembangan yang dipersonalisasi serta peluang karier yang disesuaikan dengan aspirasi dan kebutuhan individu.

Pengakuan ini mencerminkan komitmen Schneider Electric dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi berbagai kelompok usia dan tahapan karier. Di tengah perubahan demografi global, meningkatnya kesenjangan keterampilan, dan bertambah panjangnya masa kerja profesional, perusahaan menilai pemberdayaan talenta berpengalaman menjadi faktor penting untuk memperkuat ketahanan organisasi.

Baca Juga :   Penumpang Whoosh Terus Meningkat, Hampir Capai 4 Juta dalam 8 Bulan Operasi

Melalui Senior Talent Program, karyawan diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai pilihan karier, mulai dari mengambil tanggung jawab yang lebih besar, memperdalam kontribusi di posisi saat ini, beralih ke peran baru, berbagi pengetahuan kepada generasi berikutnya, hingga mempersiapkan masa transisi menuju pensiun.

Program ini pertama kali diluncurkan secara global pada 2021 sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya manusia Schneider Electric. Inisiatif tersebut dibangun untuk memastikan setiap karyawan memperoleh kesempatan yang setara dalam mengembangkan kariernya di setiap fase kehidupan profesional.

Pendekatan yang diterapkan mengombinasikan standar global dengan penyesuaian di tingkat lokal agar dapat diterapkan secara fleksibel di berbagai negara. Program ini bertumpu pada empat pilar utama, yakni Accelerate, Continue, Pivot, dan Transition, yang didukung oleh berbagai inisiatif seperti upskilling, reskilling, transfer pengetahuan, reverse mentoring, coaching, peluang kontrak kerja baru, hingga kolaborasi pascapensiun.

Baca Juga :   Skutik Mungil Honda Terbaru Dibanderol Rp26 Jutaan

Hingga 2025, Schneider Electric mencatat kemajuan signifikan dalam implementasi program tersebut. Sebanyak 93% karyawan yang berada pada tahap karier lanjutan saat ini bekerja di negara-negara yang telah menyediakan dukungan dan fasilitas pengembangan karier melalui program tersebut. Perusahaan juga mencatat peningkatan keterlibatan karyawan dan intensitas dialog terkait pengembangan karier di kalangan talenta berpengalaman.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan pengalaman merupakan elemen penting dalam membangun ketahanan, inovasi, dan inklusi di lingkungan kerja.

“Kami merasa terhormat menerima pengakuan sebagai Future of Inclusion Lighthouse atas program talenta berpengalaman kami. Dengan memberikan ruang bagi karyawan untuk menentukan langkah berikutnya dalam karier mereka, kami menciptakan peluang yang lebih setara, memperkuat kolaborasi lintas generasi, serta memastikan keahlian penting terus memberikan nilai bagi karyawan, pelanggan, dan bisnis,” ujarnya.

Baca Juga :   Taksi Udara Futuristik dan Lepas Landas Vertikal akan Terbang Tahun 2028

Senior Talent Program juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan global perusahaan melalui program Schneider Sustainability Impact 2030 yang menempatkan inklusi usia sebagai salah satu prioritas utama. Kemajuan program dipantau melalui indikator kinerja utama (KPI) khusus serta evaluasi berkala oleh jajaran manajemen di berbagai negara dan unit bisnis.

Melalui pendekatan tersebut, Schneider Electric berupaya memastikan pengalaman dan kompetensi talenta senior tetap menjadi aset strategis yang mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat kolaborasi lintas generasi di lingkungan kerja.