Scroll untuk baca artikel
Nasional

Wamenaker Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja di Tengah Dominasi Informal

2
×

Wamenaker Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja di Tengah Dominasi Informal

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan generasi muda perlu mengambil peran aktif dalam menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional, terutama tingginya peran sektor informal serta kebutuhan peningkatan kualitas tenaga kerja. Ia menyampaikan bahwa struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini masih didominasi sektor informal, dengan lebih dari 155 juta angkatan kerja berada di sektor tersebut, sementara jutaan lainnya belum terserap di pasar kerja. Kondisi ini mendorong perlunya peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, khususnya di kalangan pemuda.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan lapangan kerja baru di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional yang masih didominasi sektor informal.

Menurutnya, struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini menunjukkan lebih dari 155 juta angkatan kerja berada di sektor informal, sementara jutaan lainnya belum terserap optimal di pasar kerja. Kondisi ini menuntut peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, khususnya di kalangan pemuda.

“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik, tetapi mampu menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata,” ujar Afriansyah dalam acara UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026 di Jakarta.

Ia menilai kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama dalam penyerapan tenaga kerja. Karena itu, diperlukan transformasi menyeluruh agar SDM lebih adaptif terhadap perubahan.

Dorong Kewirausahaan dan Inovasi

Dalam konteks tersebut, generasi muda didorong tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang melalui inovasi, kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi digital.

Baca Juga :   Hampir 500 Karyawan Sinar Mas Lulus Pelatihan Komponen Cadangan

“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi melalui penciptaan peluang kerja baru, terutama di era digital,” katanya.

Empat Pilar Strategis 2026

Melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, pemerintah terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan industri, akademisi, komunitas, hingga media.

Pada 2026, Kemnaker menetapkan empat pilar strategis, yakni:

  • Penguatan pelatihan vokasi melalui skilling dan reskilling
  • Pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH)
  • Perluasan akses pelatihan, termasuk bagi penyandang disabilitas
  • Peningkatan produktivitas melalui Labor Productivity Clinics
Baca Juga :   Hadapi Era AI, Menaker Tekankan Tiga Kesiapan Lulusan Kampus

Selain itu, pengembangan talenta juga dilakukan melalui pendekatan inkubasi untuk mendorong lahirnya wirausaha digital baru, termasuk di sektor ekonomi kreatif dan industri hijau.

Afriansyah menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi terintegrasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global.