Scroll untuk baca artikel
Finansial

ASLC Siapkan Buyback Saham, Optimistis Prospek Bisnis 2026

3
×

ASLC Siapkan Buyback Saham, Optimistis Prospek Bisnis 2026

Sebarkan artikel ini
T Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari strategi perusahaan menyusul kinerja positif sepanjang 2025. Langkah ini mencerminkan kuatnya arus kas perusahaan sekaligus kepercayaan manajemen terhadap nilai intrinsik saham yang dinilai masih berada di bawah harga wajarnya (undervalued).

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari strategi perusahaan menyusul kinerja positif sepanjang 2025.

Langkah ini mencerminkan kuatnya arus kas perusahaan sekaligus kepercayaan manajemen terhadap nilai intrinsik saham yang dinilai masih berada di bawah harga wajarnya (undervalued).

Buyback Gunakan Dana Internal

Manajemen ASLC menyatakan buyback akan dilakukan menggunakan dana internal dengan mekanisme pembelian melalui Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga :   LianLian Catat Pendapatan RMB 617 Juta pada Semester I-2024, Naik Sebesar Lebih dari 40 Persen

Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta tetap mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan terkait batas harga dan volume transaksi.

Saat ini, perusahaan juga masih berada dalam periode buyback yang berlangsung hingga 17 Juni 2026, sebagaimana disetujui dalam RUPS sebelumnya.

Cerminkan Kepercayaan Manajemen

Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menyebut langkah ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Menurutnya, capaian kinerja sepanjang 2025 memungkinkan perusahaan menjalankan buyback tanpa mengganggu rencana ekspansi bisnis ke depan.

Baca Juga :   Model Harga Adil dari inDrive Tawarkan Angin Segar di Dunia Transportasi Online Indonesia

Kinerja 2025 Tumbuh Signifikan

Berdasarkan laporan keuangan, ASLC mencatat pertumbuhan pendapatan yang solid pada 2025, didorong oleh ekspansi bisnis mobil bekas melalui Caroline.id serta stabilnya lini bisnis lelang kendaraan JBA.

Perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp1 triliun atau tumbuh 14,5% secara tahunan (year-on-year), dengan volume penjualan yang melampaui target.

Prospek 2026 Tetap Positif

Manajemen menilai prospek bisnis ASLC pada 2026 tetap cerah, didukung oleh fundamental pasar otomotif yang stabil serta strategi ekspansi jaringan yang berkelanjutan.

Baca Juga :   BCA Pertahankan Gelar Brand Perbankan Terkuat Dunia 2025

Perusahaan juga akan terus mengoptimalkan ekosistem omnichannel dalam bisnis mobil bekas guna memperkuat posisi di pasar.

Jaga Stabilitas Saham

Selain sebagai bentuk pengembalian nilai kepada pemegang saham, aksi buyback ini juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.