Scroll untuk baca artikel
Finansial

Kisah Nasabah PNM yang Berinovasi dengan Olahan Bunga Mawar

15
×

Kisah Nasabah PNM yang Berinovasi dengan Olahan Bunga Mawar

Sebarkan artikel ini
Asih Widiyani nasabah PNM Mekaar yang sukses melakukan inovasi produk olahan bunga mawar mulai dari camilan hingga produk minuman.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Bunga mawar sering kali dihargai karena keindahan dan keharumannya yang khas. Namun, siapa yang mengira bahwa bunga simbol cinta ini juga memiliki manfaat kesehatan bagi manusia? Berawal dari rasa penasaran dan melimpahnya petani mawar di desanya yang seringkali tidak bisa menjual mawar saat musim panen, seorang ibu ini bertekad menciptakan inovasi dalam olahan bunga mawar.

Asih Widiyani, seorang nasabah PNM melalui program Mekaar, berhasil menciptakan berbagai produk olahan dari bunga mawar, mulai dari camilan hingga minuman.

“Saya memproduksi olahan seperti stik mawar, sirup mawar, dan keripik mawar. Awalnya sulit menemukan rasa yang pas. Saya terus mencoba dan memberikan tester sampai banyak yang bilang enak, baru kemudian saya jual,” ungkap perempuan yang biasa disapa Asih ini.

Produk dengan merek Kwt Gimbal Rejeki ini sering dijadikan oleh-oleh oleh dinas kota Kediri serta kabupaten setempat untuk tamu yang datang.

“Mereka tertarik karena produk saya unik. Mereka bisa memesan dari jauh-jauh hari, dan saya juga menjualnya secara online,” jelasnya.

Baca Juga :   Warga Desa Wukirsari Kini Nikmati Manfaat Kampung Madani

Asih mengaku, berkat sering mengikuti pelatihan, kini ia mahir menggunakan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp untuk berjualan. Ia merasakan pemberdayaan yang diberikan PNM sangat membantunya dalam mendapatkan modal usaha dan pendampingan, sehingga produk olahan bunga mawar dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Berkat Mekaar, saya mendapatkan modal untuk memulai produksi usaha mawar ini tanpa perlu jaminan apa-apa,” tambah Asih.

PNM Mekaar adalah layanan pinjaman modal untuk perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro yang diluncurkan pada tahun 2015. Nasabah PNM Mekaar umumnya memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha, namun terbatasnya akses pembiayaan modal kerja menghambat pemanfaatan keterampilan mereka.

Baca Juga :   25 Tahun Tumbuh Membangun Asa, Ini Deretan Komitmen PNM Peduli Bangun Negeri

PNM menerapkan sistem tanggung renteng oleh seluruh anggota kelompok yang diharapkan dapat menjembatani kesenjangan akses pembiayaan, sehingga para nasabah mampu mengembangkan usaha untuk mencapai cita-cita dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Secara keseluruhan, manfaat yang disalurkan oleh PNM melalui layanan PNM Mekaar meliputi: peningkatan pengelolaan keuangan, pembiayaan modal tanpa agunan, penanaman budaya menabung, serta kompetensi kewirausahaan dan pengembangan bisnis. (saf)