Scroll untuk baca artikel
Finansial

Warga Desa Wukirsari Kini Nikmati Manfaat Kampung Madani

18
×

Warga Desa Wukirsari Kini Nikmati Manfaat Kampung Madani

Sebarkan artikel ini
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membangun Kampung Madani di Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Desa Wukirsari di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, terkenal dengan potensi besar dalam industri wayang kulit. Potensi ini mendorong PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk membangun ekosistem terintegrasi yang dinamakan Kampung Madani.

Tujuan utama pembentukan Kampung Madani Wukirsari adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Program ini mencakup klasterisasi kerajinan wayang kulit, pengembangan pemberdayaan untuk meningkatkan literasi dan minat terhadap pendidikan bagi nasabah, keluarga nasabah, dan masyarakat sekitar.

Kampung Madani Desa Wukirsari diresmikan oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, dan dihadiri oleh Kepala Desa Wukirsari, Susilo Hapsoro. Pada acara peresmian, 100 nasabah dan warga sekitar mendapatkan fasilitas cek kesehatan gratis.

Pemimpin Cabang PNM Yogyakarta, Danang Setya Budi, menyatakan bahwa PNM, sebagai lembaga yang berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro, berkomitmen mendorong nasabah dan masyarakat desa untuk berkontribusi lebih.

Baca Juga :   Terus Tumbuh, PNM Sukses Salurkan Dana 12,5 Triliun dan Berdayakan 15,1 Juta Nasabah Ultra Mikro

“Di Kampung Madani ini, kelompok pengrajin Tatah Sungging telah terbentuk dan mendapat pelatihan terkait kerajinan kulit. Mereka kini memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja serta inovasi produk baru dari kerajinan wayang kulit,” jelas Danang pada Selasa (4/6) di Desa Wukirsari.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, juga mendorong warga desa untuk bersinergi memaksimalkan potensi desa yang telah berkembang selama bertahun-tahun. “Kampung Madani hadir sebagai wadah diskusi dan implementasi untuk mengembangkan usaha agar warga desa dapat berdaya bersama. Diperlukan kolaborasi dari seluruh warga desa, baik nasabah PNM maupun bukan, agar ke depan bisa menjadi pusat wayang kulit yang bersaing hingga skala global,” ungkap Arief. (saf)