Scroll untuk baca artikel
Headline

Kerja Sama Indonesia-Inggris: Pencapaian dan Prospek Masa Depan

16
×

Kerja Sama Indonesia-Inggris: Pencapaian dan Prospek Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Kunjungan kerja di London, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Perdagangan Inggris The Rt. Hon. Greg Hands MP di Kantor Departemen Bisnis dan Perdagangan. (Foto: Humas Ekon)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Selama kunjungan kerja di London, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Perdagangan Inggris, The Rt. Hon. Greg Hands MP, di Kantor Departemen Bisnis dan Perdagangan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas sejumlah kerja sama di sektor-sektor penting antara kedua negara.

Dalam keterangan pers yang dikeluarkan oleh Kemenko Perekonomian pada Selasa (30/4/2024), disebutkan bahwa pertemuan antara kedua menteri tersebut berlangsung hangat di salah satu ruangan bersejarah dari era Churchill.

Dalam pembahasan awal, Menko Airlangga membagikan kemajuan kerja sama penting antara Indonesia dan Inggris, seperti pendirian King’s College di Indonesia serta hasil pemilu yang berlangsung damai hanya dalam satu hari.

Baca Juga :   Sektor Pertanian Jadi Pilar Utama Pertumbuhan Ekonomi

Hubungan dekat kedua negara ini tercermin dalam kesepakatan komite bersama ekonomi dan perdagangan (Joint Economic and Trade Commission-JETCO), yang saat ini fokus pada 3 sektor kelompok kerja.

Menko Airlangga berharap JETCO dapat segera mencapai hasil yang konkret, terutama di sektor energi dan ekonomi digital.

Menteri Greg, didampingi oleh utusan khusus Perdana Menteri Inggris untuk Indonesia, Richard Graham, yang mahir berbahasa Indonesia, memberikan apresiasi atas pelaksanaan pemilu di Indonesia dan membandingkannya dengan proses serupa di Inggris.

Selain itu, Menteri Greg menawarkan kerja sama dalam energi bersih, mengingat keunggulan dan pengalaman Inggris dalam bidang tersebut, yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan. Kerja sama ini akan melibatkan pengelolaan kebijakan subsidi.

Baca Juga :   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,05 Persen Sepanjang 2023: Penilaian Kinerja dan Proyeksi Masa Depan

Masalah pendaftaran produk susu dan turunannya dalam kerangka JETCO juga dibahas, yang masih dianggap lambat karena proses penerapan Sanitary and Phytosanitary (SPS).

Menko Airlangga menegaskan bahwa Indonesia sedang melakukan deregulasi untuk mempercepat proses pendaftaran produk susu dan turunannya, terutama dalam mendukung program pemerintah untuk memberikan susu gratis kepada siswa.

Selanjutnya, dibicarakan dampak dari aturan uji tuntas Inggris terhadap produk kelapa sawit Indonesia, serta upaya Indonesia dan Malaysia dalam mengelola aturan produk keberlanjutan yang diterapkan oleh Uni Eropa.

Baca Juga :   Cadangan Devisa Negara per 31 Maret 2024 Tetap Tinggi

Kedua menteri juga membahas gagasan kerja sama perdagangan bebas, aksesi Indonesia sebagai anggota OECD, dan kerja sama regional. Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membuka perdagangan bebas dengan Inggris.

Menanggapi hal ini, Menteri Greg menyambut baik masuknya Indonesia ke dalam CPTPP, dimana Inggris baru saja bergabung. Richard Graham, utusan khusus Perdana Menteri Inggris untuk Indonesia, juga membahas kerja sama produksi mineral yang penting untuk mendukung industri baterai.

Pertemuan tersebut ditutup dengan ajakan dari Menteri Greg kepada Menko Airlangga untuk melihat tempat penyimpanan peta dunia yang digunakan oleh Churchill saat merencanakan strategi perang dunia. (saf/infopublik.id)