BISNISASIA.CO.ID, YOGYAKARTA- Festival musik tahunan Prambanan Jazz 2026 akan berlangsung selama tiga hari, Jumat, Sabtu sampai Minggu (3-5/6/2026) di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta.
Sejumlah penampil musisi dalam dan luar Negeri akan coba untuk memberikan suguhan panggung menarik dan memasukan kemasan musik akar rumput jazz itu sendiri, seperti apa?
Bisa dikatakan, dalam perjalanan memasuki usia ke 12 tahun ini menjelma menjadi salah satu festival musik besar di Indonesia.
Pada gelaran tahun ini, Rajawali Indonesia sebagai promotor berdasarkan masukan, kritik yang membangun dari penonton dan musisi disebut penampil dalam festival ini akan lebih menyuguhkan representasi musik jazz dengan menghadirkan warna baru melalui konsep playing jazz diatas panggung Prambanan Jazz.
Lewat pemilihan konsep ini, sejumlah musisi lintas genre didorong untuk mengeksplorasi musik jazz dengan karakter masing-masing.
Beberapa musisi yang akan tampil dalam format ini di antaranya Jogja Hip Hop Foundation, The Panturas, hingga Perunggu. Mereka akan coba membawakan aransemen khusus bernuansa jazz meski selama ini dikenal dengan identitas musik yang berbeda.
Lineup tahun ini juga terasa lebih bernuansa jazz dan alternatif dengan penekanan pada kolaborasi dan set spesial, seperti ‘Playing Jazz’ sejumlah musisi surf rock hingga rock indie, seperti The Panturas dan Perunggu.
Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Alimi, mengatakan, konsep playing jazz lahir melalui berbagai diskusi.
Perjalanan 12 tahun kita ingin merayakan secara bersama kegembiraan makanya tema Celebrate The Joy akhirnya kita memilih line up maupun kolaborasi seniman sangat kuratif selain musisi kita mendengar kritikan musisi atau teman lain bahwa festival tahun ini menjadi lebih terasa nuansa musik jazznya.
Menurutnya, selama ini banyak musisi lintas genre yang tampil di Prambanan Jazz yang memiliki basis penggemar besar. Saat momen Prambanan Jazz tahun ini, mereka diminta menyajikan interpretasi jazz dalam penampilan.
“Tahun ini 60 persen line up sudah berbau jazz termasuk Joey Alexander danmusisi yang tidak bergenre jazz, yang ngepop tapi punya fans banyak, kita bikinnya namanya playing jazz. Kami minta untuk mengaransemen konsep musik mereka menjadi jazz,” ungkap Anas, saat konferensi pers di Kompleks Candi Prambanan, Kamis (2/7/2026).
Sebagai contoh band The Panturas yang begitu dikenal sebagai band surf rock akan berusaha menghadirkan penampilan bertajuk The Panturas Playing Jazz.
“The Panturas akan memainkan jazz versi mereka. Begitu juga Perunggu, Niki akan membawa lagu-lagunya dengan pendekatan jazz.
“Ada juga musisi genre lain yang memang tidak bergenre jazz, tapi tetap kami hadirkan karena memiliki fanbase yang kuat agar festival ini bisa sustain dan tunjukan bahwa musik jazz itu keren makanya hadirkan musisi jazz,” ujar Anas.
Senada, Kurator Prambanan Jazz 2026, Shadu Rasjidi, menyebut playing jazz ini merespons atau menyikapi kritik dan masukan dari publik terkait penyelenggaraan PJF. Salah satunya, tentang performance jazz yang kurang menonjol.
Shadu Rasjidi, menyambut antusias konsep playing jazz ini karena dinilai akan mampu memperkenalkan jazz kepada penonton yang selama ini lebih akrab dengan genre lain.
Dia mengatakan festival tidak hanya berfokus menghadirkan musisi jazz, tetapi juga ikut membangun ruang pertemuan berbagai genre agar publik semakin dekat dengan musik jazz.
“Saya senang sekali dengan konsep Playing Jazz tahun ini. Ada musisi dari genre lain yang mengeksplorasi musik jazz dengan cara mereka sendiri dengan kata lain ada adaptasi dari musisi untuk menyesuaikan bisa tampil dengan balutan musik jazz,” kata Shadu.
Menurutnya, keberhasilan festival bukan hanya diukur dari siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga dari keberlangsungan ekosistem yang terlibat di dalamnya.
“Festival bukan hanya soal siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga tentang ratusan orang yang bekerja di baliknya mulai dari pelaku UMKM, sponsor, kru produksi, hingga seluruh ekosistem yang bergerak,” ucapnya.
Karena itu, pihak penyelenggara pun berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas artistik dan keberlanjutan festival.
“Kami ingin menghadirkan kualitas musikal yang baik sekaligus memastikan festival ini tetap sehat, sehingga setiap tahun kami memiliki kesempatan untuk terus memperkuat unsur jazz di dalamnya,” katanya.
Shadu berharap konsep ini mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap musik jazz, terutama bagi penonton yang datang karena ingin menyaksikan musisi favorit mereka.
Menurutnya, akan menjadi keberhasilan tersendiri apabila setelah menghadiri festival, penonton terdorong untuk mulai mendengarkan karya musisi jazz Indonesia.
“Harapan saya sederhana,kita bisa bertumbuh bersama penonton agar bisa makin mengerti membuat festival jazz itu gak ke kamu saja ada berbagai sektor. Cuma kritikan dan masukan penonton bener dan jazz era baru ada tahun 80-90 populer disini perkembangan pendegar musik di Indonesia,”tegasnya.
Gelaran Prambanan Jazz Festival tahun ini menghadirkan musisi dalam dan luar negeri seperti Michael Learns to Rock, NIKI, The Rose, Xdinary Heroes, Joey Alexander, hingga Henry Moodie sebagai penampil utama yang terbagi dalam tiga hari festival.
Sederet musisi Indonesia lintas genre, seperti trio jazz Trisum, Ali, Barasuara, hingga Lomba Sihir. Ada pula set spesial Playing Jazz dari The Panturas, Perunggu, dan Salam Salsabil.
Selain itu, musisi populer seperti Mocca, Sal Priadi, Rony Parulian, IDGITAF, Karimata, Margie Segers, Kahitna, Yovie & Nuno, GIGI, Letto, Fryda Lucyana, Fariz RM, Ari Lasso, Maliq & D’Essentials, Tulus, KLa Project, Wijaya 80 hingga Java Jive, Rio Febrian akan tampil dengan konsep broadway night yang tentunya akan memeriahkan gelaran Prambanan Jazz.
Tak ketinggalan, Festival juga akan diramaikan penampilan BASS3 ft. Sruti Respati, Jikustik, Nonaria, White (jazz) Chorus, Jo Soegono, I’m Jazz a Kids, dan Jazz Kotabaru.
Adapun Tiket Prambanan Jazz 2026 terpantau masih tersedia di laman penjualan. Harga tiket terbagi dalam kategori festival dan super festival.
Kategori festival dibanderol dengan harga Rp1,15 juta. Sementara, kategori super festival dibanderol dengan harga Rp2,15 juta.











