Scroll untuk baca artikel
Finansial

Bitcoin Mencapai 64.000 Dolar AS Pertama Kalinya Sejak November 2021

22
×

Bitcoin Mencapai 64.000 Dolar AS Pertama Kalinya Sejak November 2021

Sebarkan artikel ini
Bitcoin (BTC) berhasil mencatatkan performa positif pada bulan Maret dengan ditutup di harga $71.333 naik 16,62% dan Ethereum (ETH) ditutup di level $3.647, menguat sebesar 9,40%. Bulan Maret juga sekaligus menutup kuartal pertama tahun 2024 di mana Bitcoin ditutup melesat 68,68% dan Ethereum ditutup menguat sebesar 59,66%.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Harga bitcoin (BTC) mencapai 64.000 dolar AS pada hari Rabu (28/2) untuk  pertama kalinya BTC berada level tersebut sejak puncak pasar bullish terakhir pada November 2021.

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha mengatakan, kenaikan Bitcoin ini sekaligus memperpanjang reli lebih dari 40% sepanjang Februari.

Adapun, Ethereum (ETH) juga mengalami hal yang serupa dengan kenaikan mencapai 46% sepanjang Februari, mendekati harga $3.500  setelah menembus level $3,000 minggu lalu untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun.”

Kamis (29/2) pagi pukul 08.00 WIB BTC bertengger di level $61.250 naik sekitar 7,60% dalam 24 jam terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan dalam periode yang sama sekitar 6,14% dan bertengger di $3.443. Adapun, total kapitalisasi pasar Aset Kripto berada di level $2,218 Triliun, naik sebesar 6,75% dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga :   Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

“Bitcoin saat ini hanya berjarak 9,6% dari  level tertinggi sepanjang masa  (ATH) di $69,045 yang pernah terjadi pada 10 November 2021. Sementara, Ethereum berjarak 30,8% dari harga tertinggi sepanjang masa nya di kisaran harga $4.878,” lanjut Panji.

Reli minggu ini bertepatan dengan arus masuk besar ke ETF spot yang diperdagangkan di AS, dengan dana baru menambahkan lebih dari 12,000 Bitcoin pada hari Selasa (27/2)  seteBTClah menambahkan sekitar 10,000 pada hari Senin (26/2).

Kenaikan Bitcoin juga dilatarbelakangi menjelang peristiwa penting yang disebut sebagai halving bitcoin pada bulan April, peristiwa yang terjadi sekitar empat tahun sekali dan biasanya disertai dengan kenaikan yang kuat seiring dengan melambatnya penerbitan Bitcoin baru.

“Bitcoin halving dimaksudkan untuk memastikan kelangkaan penerbitan BTC dari waktu ke waktu. Dengan semakin menipisnya BTC yang diterbitkan, harga Bitcoin telah melonjak dibandingkan halving sebelumnya yang terjadi pada tahun 2020, 2016, dan 2012.”

Baca Juga :   Sentimen dan Prediksi Bitcoin Menjelang Imlek 2024

“Adapun Ethereum dan sebagian besar altcoin lainnya juga mengikuti jejak Bitcoin. Pergerakan Ethereum terjadi sekitar dua minggu sebelum peningkatan yang disebut Dencun, yang diharapkan membuat blockchain lebih murah dan lebih cepat serta juga akan berdampak positif ke sektor layer-2 seperti; Optimism (OP), Arbitrum (ARB), Polygon (MATIC),” terang Panji.

Selain peningkatan Dencun, sejak ETF Bitcoin spot disetujui pada Januari dan harga BTC naik setelahnya, banyak yang berspekulasi bahwa ETF Ethereum Spot menjadi yang berikutnya akan disetujui.  Saat ini ETF Ethereum Spot masih dalam peninjauan dari SEC dan keputusan terdekat berada di sekitar bulan Mei 2024.

Disisi lain, Memecoin juga mendapatkan angin segar berkat naiknya Bitcoin. Dalam periode tujuh hari terakhir, hampir semua Memecoin di aplikasi Ajaib Kripto mengalami kenaikan seperti; Pepe (PEPE) melesat 175%, Floki (FLOKI) menguat 71,91%, Bonk (BONK) melonjak 68,56% dan Dogecoin yang saat ini masih menjadi memecoin dengan kapitalisasi pasar terbesar juga ikut menguat  32.34%

Baca Juga :   HUT ke-67, BCA Beri Beragam Promo, Diskon 67%, hingga Layanan Kesehatan Gratis

“Keseluruhan pasar aset kripto telah terdampak positif berkat kenaikan harga BTC. Namun, meski demikian investor dan trader diharapkan dengan cermat mengikuti perkembangan pasar dan waspada jika terjadinya pembalikan trend yang secara tiba tiba.

Adapun, melakukan diversifikasi ke altcoin juga dapat dimanfaatkan  dengan mempertimbangkan narasi kripto dan trend teknologi blockchain yang akan terjadi kedepan,”  tutup Panji.

 

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Kripto membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli aset kripto. Harga aset kripto berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.