Scroll untuk baca artikel
Finansial

Sentimen dan Prediksi Bitcoin Menjelang Imlek 2024

56
×

Sentimen dan Prediksi Bitcoin Menjelang Imlek 2024

Sebarkan artikel ini
Secara teknikal, Selasa (6/2) pukul 08:00 WIB, BTC bergerak di kisaran $42.600. Dalam jangka pendek BTC berpotensi akan bergerak sideways sekitar $41.800 - $43.800 atau di kisaran MA-20 hingga MA-50. Disisi lain, jika naik di atas MA-50 maka potensi menuju ke resistance $44.500

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Bitcoin (BTC) membuka awal bulan Februari dengan cenderung bergerak sideways $41.800 – $43.800 setelah berhasil menutup bulan Januari 2024 dengan kenaikan tipis sekitar 0,62% di harga $42.580.

Selasa (6/2) pagi pukul 08.00 WIB BTC bertengger di level $42.600 naik sekitar 0,52% dalam 24 jam terakhir. Sementara di waktu yang sama, Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan 0,87%  bergerak  di $2.301.  Adapun, total kapitalisasi pasar Aset Kripto berada di level $1,590 Triliun, menguat 0,70% dalam 24 jam terakhir.

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, menjelaskan, “Secara teknikal, Selasa (6/2) pukul 08:00 WIB, BTC bergerak di kisaran $42.600. Dalam jangka pendek BTC berpotensi akan bergerak sideways sekitar $41.800 – $43.800 atau di kisaran MA-20 hingga MA-50. Disisi lain, jika naik di atas MA-50 maka potensi menuju ke resistance $44.500.

Baca Juga :   Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed

Sementara, penurunan di bawah MA-20, BTC melemah ke ke support $40.500. Breakdown di bawah MA-50 potensi penurunan ke support dinamis MA-20 di kisaran $42.000 dan support terdekat berada di $40.500.”

Beberapa  altcoin mencatat kenaikan yang signifikan dalam periode tujuh hari terakhir. Seperti, Chainlink (LINK) melesat 25,70% mendekati level $20. Pendle (PENDLE) menguat 14,84% bertengger di $3,05 dan Immutable X (IMX) bertengger di $2,39  nak 12,30% dalam  periode tujuh hari terakhir.

Pekan sebelumnya, Bitcoin  berhasil melalui ketidakpastian menunggu hasil FOMC dan pernyataan dari pettingi The Fed.

Rabu (31/1) The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 5,25%-5,50%. Adapun, Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral lebih berhati-hati terhadap penurunan suku bunga, mengingat perekonomian AS tetap kuat dan tingkat inflasi juga masih diatas target 2% YoY.

Baca Juga :   Solusi Alternatif bagi Mahasiswa, Danacita Selenggarakan Layanan Pendanaan Bertanggung Jawab

Menurut alat CME FedWatch Tool, The Fed masih akan berpotensi besar kembali mempertahankan suku bunga pada FOMC Maret. Sementara FOMC bulan Mei, terdapat peluang 54% The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis point atau 0,25%.

Peristiwa Penting Minggu ini

Minggu ini akan menjadi periode penting bagi para investor kripto, seiring dengan beberapa peristiwa signifikan yang terkait dengan kripto dan faktor makro yang akan diulas.

Kandidat pro-Bitcoin Nayib Bukele memenangkan pemilihan kembali sebagai Presiden El Salvador, menunjukkan komitmen lebih lanjut terhadap Bitcoin, terutama akumulasi BTC dan program Freedom Visa and Citizen berbasis Bitcoin.

Sementara itu, The People’s Bank of China (PBoC) mengumumkan penurunan Reserve Requirement Ratio (RRR) sebesar 50 basis point. Adapun, Hong kong menuju tanggal penentuan persetujuan BTC Spot ETF (9/2). Kedua berita tersebut berpotensi menjadi sentimen utama penggerak Aset Kripto yang masuk ke jenis narasi China, seperti $CFX $CTK $FIL $VET, dll.

Baca Juga :   Danacita Berkomitmen Jadi Alternatif Pembayaran Biaya Kuliah untuk Mahasiswa

Ada beberapa peristiwa makro dari AS termasuk data PMI Jasa S&P pada hari Senin, data PMI Non-Manufaktur ISM pada hari Selasa, dan Klaim Pengangguran (jobless claim) pada hari Kamis.

Peristiwa paling penting yang harus diwaspadai adalah pidato pejabat The Fed. Pidato anggota FOMC Raphael Bostic, Loretta Mester, Adriana Kugler, Thomas Barkin, dan Michelle Bowman dijadwalkan pada minggu ini. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee dan Bowman telah menolak ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Mei atau Juni.

Keputusan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengenai Invesco Galaxy spot Ether ETF akan jatuh tempo pada 6 Februari, dimana prediksi keputusan ETF Ethereum spot berpotensi kembali ditunda hingga Mei 2024.