BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia dan PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) berkolaborasi menghadirkan layanan referral Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI)/Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berdenominasi dolar Singapura (SGD).
Kolaborasi ini ditujukan bagi nasabah affluent dan high net worth yang memiliki simpanan SGD dan ingin melakukan diversifikasi portofolio melalui pengelolaan dana secara profesional.
Melalui kerja sama tersebut, Bank DBS Indonesia menyediakan akses referral kepada nasabah yang memenuhi kriteria, sementara pengelolaan dana dilakukan Mandiri Investasi sebagai manajer investasi. Strategi investasi disusun berdasarkan profil risiko, tujuan investasi, serta mandat yang disepakati dengan nasabah.
Kolaborasi ini menggabungkan kapabilitas global DBS Chief Investment Office (CIO) dengan keahlian pengelolaan aset Mandiri Investasi. Portofolio yang ditawarkan mencakup tiga kelas aset, yakni pendapatan tetap, saham, dan komoditas.
Bank DBS Indonesia menyebut diversifikasi menjadi salah satu pendekatan yang relevan di tengah dinamika pasar global. Berdasarkan DBS CIO Insights 3Q26, peluang investasi masih tersedia secara selektif di sejumlah kelas aset, sementara Asia dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang menarik.
Dalam konteks tersebut, SGD memiliki posisi penting dalam ekosistem keuangan Asia, seiring fundamental ekonomi Singapura, stabilitas kebijakan moneter, dan perannya sebagai salah satu pusat keuangan regional.
Bagi nasabah yang telah memiliki simpanan SGD, pengelolaan dana melalui skema PDNI/KPD dapat menjadi salah satu pilihan untuk melakukan diversifikasi ke berbagai kelas aset sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi.
Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan pengelolaan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap produk investasi, tetapi juga solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
“Melalui pendekatan insight-driven wealth management, kami menerjemahkan dinamika pasar global, termasuk tren dan pergerakan kurs SGD, menjadi strategi investasi yang dapat ditindaklanjuti,” ujar Melfrida.
Menurut dia, referral PDNI/KPD berdenominasi SGD menjadi salah satu upaya DBS Indonesia untuk memberikan alternatif diversifikasi aset dalam mata uang SGD.
Dalam skema tersebut, nasabah memberikan mandat kepada Mandiri Investasi untuk mengelola dana sesuai tujuan investasi, profil risiko, dan ketentuan dalam kontrak. Manajer investasi kemudian menyusun serta mengelola portofolio dan dapat melakukan penyesuaian strategi berdasarkan kondisi pasar dan mandat yang diberikan.
Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia mengatakan kerja sama tersebut menggabungkan kemampuan pengelolaan dana Mandiri Investasi dengan kapabilitas wealth management Bank DBS Indonesia.
“Kami percaya kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pengelolaan dana yang semakin relevan di tengah kebutuhan nasabah akan diversifikasi portofolio dan pengelolaan aset secara menyeluruh,” kata Hardiyanto.
Adapun strategi pengelolaan dana dalam skema tersebut mencakup tiga kelas aset. Pertama, fixed income atau pendapatan tetap yang berfokus pada pengelolaan portofolio obligasi dengan mempertimbangkan risiko suku bunga dan risiko kredit.
Kedua, equity atau saham yang memberikan eksposur terhadap saham perusahaan berkapitalisasi besar sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan pertumbuhan portofolio.
Ketiga, commodity atau komoditas melalui instrumen emas yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif diversifikasi di tengah dinamika pasar global.
Selain layanan pengelolaan dana, Bank DBS Indonesia juga menyediakan market insights dan riset dari DBS Group sebagai salah satu sumber informasi bagi nasabah dalam memahami perkembangan pasar dan ekonomi global.
Sementara itu, Mandiri Investasi mencatat dana kelolaan lebih dari Rp62 triliun per Juli 2026. Perusahaan juga meraih penghargaan Best Asset Manager (Fixed Income & Syariah Funds) dalam Alpha Southeast Asia Fund Management Awards 2025.
Melalui kerja sama tersebut, Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi menilai kombinasi perspektif investasi global dan keahlian pengelolaan aset dapat menjadi alternatif bagi nasabah dalam mengelola portofolio di tengah perubahan kondisi pasar.











