BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11% pada kuartal I-2026 di tengah peningkatan biaya operasional seiring investasi infrastruktur jangka panjang.
Berdasarkan laporan perseroan, pendapatan ASSA mencapai Rp1,54 triliun, naik dari Rp1,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang oleh penguatan pilar bisnis logistik serta kontribusi stabil dari lini rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas.
Direktur Utama ASSA Prodjo Sunarjanto mengatakan, strategi penguatan logistik menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan perusahaan di awal tahun ini.
“Penguatan pilar bisnis logistik serta performa stabil di lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan Perseroan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (28/4/2026).
Namun, peningkatan pendapatan turut diiringi kenaikan beban biaya. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,08 triliun, naik dari Rp967,21 miliar pada kuartal I-2025. Sementara itu, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp225,05 miliar dari Rp182,45 miliar.
Kenaikan biaya tersebut terutama dipicu oleh langkah strategis perseroan dalam melakukan investasi infrastruktur jangka panjang, termasuk persiapan proyek baru dan penguatan kapasitas operasional.
Dari sisi profitabilitas, ASSA membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp141,45 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp143,76 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Fokus Efisiensi dan Ekspansi Terukur
Di tengah dinamika geopolitik global, ASSA memilih menerapkan strategi ekspansi yang lebih selektif. Perseroan memprioritaskan efisiensi operasional serta peningkatan kualitas layanan untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
“Fokus kami saat ini adalah memenuhi permintaan yang ada sambil terus menata infrastruktur agar dapat tumbuh secara sehat sepanjang 2026,” kata Prodjo.
Pada lini logistik, ASSA mengembangkan integrasi layanan end-to-end untuk klien B2B guna meningkatkan efisiensi jangka panjang. Perseroan juga menambah kapasitas gudang dan mempercepat digitalisasi sistem pengiriman.
Investasi tersebut turut mencakup penambahan sumber daya manusia guna mendukung peningkatan permintaan dari segmen korporasi.
Sementara itu, pada pilar bisnis rental (ASSA Rent) dan kendaraan bekas, perseroan mendorong sinergi ekosistem. Platform jual beli mobil Caroline.id mulai mendekati titik impas (break even point/BEP).
Di sisi lain, kinerja bisnis lelang JBA mengalami tekanan akibat penurunan penjualan mobil baru sepanjang 2025 serta pengetatan penyaluran pembiayaan oleh perbankan dan perusahaan pembiayaan.
Meski demikian, lini rental dan bisnis kendaraan bekas tetap menjadi penopang pendapatan yang stabil di tengah fase penguatan bisnis logistik.











