Rocket Chicken berkembang dari satu gerai di Semarang pada 2010 menjadi lebih dari 1.450 gerai di 90 kota dengan sekitar 13.000 karyawan. Dalam ekspansinya, perusahaan memanfaatkan fasilitas pembiayaan dan layanan payroll BCA untuk mendukung operasional. Hingga September 2026, kredit UKM BCA tumbuh 15,4% menjadi Rp149,2 triliun.
BISNISASIA.CO.ID, YOGYAKARTA – Jaringan restoran cepat saji Rocket Chicken berhasil mengembangkan bisnisnya dari satu gerai pada 2010 menjadi lebih dari 1.450 gerai yang tersebar di 90 kota di Indonesia. Ekspansi tersebut ditopang strategi waralaba, penetapan harga terjangkau, serta dukungan layanan perbankan untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan pengelolaan operasional perusahaan.
Didirikan oleh Nurul Atik pada Februari 2010, Rocket Chicken memulai usaha dari sebuah gerai di Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan kemudian mengembangkan bisnis ayam goreng melalui skema waralaba dengan menyasar konsumen kelas menengah ke bawah.
Segmen tersebut dipilih karena dinilai memiliki basis pasar yang luas. Rocket Chicken berupaya menjangkau konsumen melalui kombinasi harga terjangkau, variasi menu, dan perluasan jaringan secara bertahap.
Pemilik sekaligus CEO Rocket Chicken Nurul Atik mengatakan, sejak bisnis mulai menghasilkan pendapatan, perusahaan telah memanfaatkan layanan perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) untuk mendukung aktivitas usaha.
“Sejak usaha mulai berjalan dan menghasilkan pendapatan, kami langsung menggunakan BCA. Saya merasa pelayanannya luar biasa. Bagi saya, pelayanan menjadi pertimbangan penting karena dalam menjalankan usaha, kemudahan bertransaksi dan mengelola keuangan sangat dibutuhkan,” kata Atik dalam wawancara di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).
Menurut Atik, dukungan BCA tidak hanya mencakup layanan transaksi, tetapi juga fasilitas pembiayaan untuk mendukung pengembangan bisnis. BCA turut memberikan pelatihan yang menambah pengetahuan tim manajemen dalam mengelola perusahaan.
Dalam mengembangkan bisnis, Atik mengaku tidak langsung mengejar keuntungan pada tahap awal. Perusahaan lebih dahulu berupaya membangun popularitas produk dan mendatangkan konsumen sebelum mengevaluasi struktur biaya serta penetapan harga.
“Di awal, kami fokus membuat gerai ramai dan mengenalkan produk kepada konsumen dulu. Walaupun awalnya belum untung, yang penting ramai dulu. Setelah berjalan, kami mengevaluasi biaya dan harga agar usaha tetap sehat. Kami juga belajar bahwa pengembangan wilayah harus dilakukan dengan perhitungan, tidak sekadar membuka gerai di banyak kota,” ujarnya.
Ekspansi jaringan tersebut turut meningkatkan skala organisasi Rocket Chicken. Dari hanya tujuh karyawan saat pertama beroperasi, perusahaan kini mempekerjakan sekitar 13.000 orang.
Pertumbuhan jumlah karyawan dan luasnya jaringan gerai membuat kebutuhan administrasi serta pengelolaan keuangan semakin kompleks. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah sistem pembayaran gaji karyawan yang tersebar di berbagai wilayah.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Rocket Chicken menggunakan layanan payroll BCA Bisnis. Fasilitas ini memungkinkan perusahaan mengelola pembayaran gaji secara terprogram sekaligus memantau proses penyalurannya.
“Untuk penggajian, sekarang prosesnya lebih mudah karena sudah terprogram. Kami bisa memantau apakah gaji karyawan sudah masuk sehingga pengelolaannya lebih praktis,” kata Atik.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, perkembangan Rocket Chicken menunjukkan pentingnya akses pembiayaan dan layanan perbankan dalam mendukung pertumbuhan pelaku usaha.
Menurutnya, BCA berupaya memperluas dukungan terhadap sektor usaha kecil dan menengah (UKM) melalui penyaluran kredit serta penyediaan solusi perbankan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
“BCA berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor, termasuk UKM. Kami berupaya menghadirkan solusi pembiayaan dan layanan perbankan yang dapat membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ujar Hera.
Komitmen tersebut tercermin dari penyaluran kredit UKM BCA yang mencapai Rp149,2 triliun hingga September 2026, tumbuh 15,4% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Secara keseluruhan, kredit produktif BCA meningkat 17,2% YoY menjadi Rp831 triliun. Penyaluran tersebut mencakup pembiayaan untuk segmen korporasi dan komersial.
Selain pembiayaan, BCA juga mengembangkan berbagai program untuk memperluas akses pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap layanan perbankan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penyelenggaraan BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026 yang melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha.
BCA juga menawarkan Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 dengan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha.
Pertumbuhan Rocket Chicken memperlihatkan bahwa ekspansi bisnis kuliner tidak hanya bergantung pada penambahan gerai. Pengelolaan arus kas, efisiensi administrasi, sistem penggajian, serta akses pembiayaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha ketika skala operasional semakin besar.











