Scroll untuk baca artikel
Headline

Alibaba Gaspol AI Full-Stack, Qwen Disiapkan Tembus 10 Triliun Parameter

3
×

Alibaba Gaspol AI Full-Stack, Qwen Disiapkan Tembus 10 Triliun Parameter

Sebarkan artikel ini
Alibaba Paparkan Peta Jalan Strategi AI Full-Stack, dari Chip, Infrastruktur Cloud, Model hingga Agen AI

Berikut versi yang sudah disusun ulang dengan gaya media bisnis, lead lebih kuat, konteks industri diperluas, dan fokus pada strategi Alibaba membangun ekosistem AI dari chip hingga agen.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Alibaba Group mempercepat ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI) dengan membangun strategi full-stack yang mencakup pengembangan chip, infrastruktur cloud, model fondasi, hingga agen AI.

Peta jalan tersebut dipaparkan dalam Apsara Conference 2026 di Hangzhou, China, yang berlangsung 22–24 September 2026 dengan tema “Intelligence Goes Beyond”. Dalam ajang teknologi tahunan tersebut, Alibaba mengumumkan pengembangan model Qwen generasi berikutnya, chip AI Zhenwu V900, infrastruktur agentic cloud, serta platform agen AI untuk perangkat seluler.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya berlangsung pada tingkat model bahasa besar (large language model/LLM), tetapi semakin melebar ke kapasitas komputasi, semikonduktor, pusat data, jaringan, dan aplikasi berbasis agen.

Kebutuhan terhadap infrastruktur tersebut juga terus meningkat. International Energy Agency (IEA) memperkirakan konsumsi listrik pusat data global akan meningkat dari sekitar 415 TWh pada 2024 menjadi sekitar 945 TWh pada 2030. AI menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut, terutama karena meningkatnya penggunaan server berakselerasi untuk pelatihan dan inferensi model.

Alibaba Bidik Model AI hingga 10 Triliun Parameter

CEO Alibaba Group Eddie Wu mengatakan perusahaan tengah mengembangkan generasi baru model Qwen. Alibaba mengungkap bahwa Qwen 4 saat ini memasuki tahap pelatihan.

Setelah Qwen 4, Alibaba menyiapkan roadmap Qwen 4.5 dan Qwen 5 dengan skala model yang diproyeksikan mencapai 5 triliun hingga 10 triliun parameter. Reuters melaporkan target tersebut dapat mencapai sekitar empat kali ukuran model unggulan Qwen 3.8 Max yang saat ini menjadi salah satu model terbesar Alibaba.

Baca Juga :   Gojek Turut Berjuang Membangun  Ekosistem Digital Melalui Pengembangan Talenta Lokal untuk Indonesia Maju

Alibaba juga mengembangkan pendekatan Recursive Self-Improvement (RSI), yakni proses peningkatan kemampuan model secara berulang berdasarkan umpan balik dari eksperimen.

Dalam pengujian yang berlangsung selama satu bulan, Qwen3.8-Max menjalani 33 siklus iterasi secara otomatis. Proses tersebut mencakup perancangan alur kerja, validasi data, eksperimen, hingga diagnosis kesalahan.

Alibaba menyebut optimalisasi pelatihan dan post-training meningkatkan skor Artificial Analysis model tersebut dari 40 menjadi 45. Dalam eksperimen desain chip, model juga menjalani lebih dari 60 jam proses peningkatan kemampuan mandiri dan melakukan lebih dari 10.000 pemanggilan perangkat Electronic Design Automation (EDA).

Hasil eksperimen tersebut diklaim mampu memangkas luas chip hingga 42% tanpa mengurangi performa.

Model Multimodal hingga Agen AI

Strategi Alibaba tidak berhenti pada model teks. Perusahaan juga memperluas keluarga Qwen ke berbagai kemampuan multimodal, termasuk suara, audio, visual, dan penerjemahan secara real-time.

Salah satunya Qwen3.8-LiveTranslate yang dikembangkan untuk penerjemahan simultan. Alibaba menyebut model tersebut mampu menurunkan latensi berdasarkan metrik LAAL dari 2,8 detik menjadi 2,3 detik, atau hampir 20%.

Alibaba juga memperkenalkan Qwen-Audio-3.1-TTS-Next untuk menghasilkan audio dengan dialog dan suara latar secara bersamaan. Model tersebut diarahkan untuk kebutuhan seperti buku audio, film, televisi, podcast, dan gim.

Sementara itu, Qwen-Audio-3.1-ASR, Qwen-Audio-3.1-TTS, dan Qwen-Audio-3.1-Realtime memperluas kemampuan AI dalam pengenalan suara, sintesis suara, serta interaksi audio secara langsung.

Untuk sektor visual, Alibaba menyiapkan Qwen-Image 3.1 yang ditargetkan meluncur pada akhir 2026. Model tersebut dirancang untuk kebutuhan desain kreatif dan pemasaran e-commerce, termasuk pembuatan gambar dengan latar transparan serta berbagai kemampuan penyuntingan.

Alibaba juga memperkenalkan kerangka enam tingkat untuk mengevaluasi kemampuan world model melalui Happyworld Arena. Pengujian tersebut mencakup generasi video, embodied AI, dan rekonstruksi spasial.

Di sisi aplikasi, Alibaba meluncurkan Qwen Intelligence, solusi agentic full-stack yang dioptimalkan untuk smartphone. Platform ini memungkinkan produsen ponsel mengintegrasikan agen berbasis Qwen yang dapat menjalankan tugas lintas aplikasi.

Baca Juga :   Apple Hadapi Penurunan Pengiriman iPhone di Tiongkok Tahun Ini, Huawei Makin Unggul

Dengan pendekatan tersebut, AI diarahkan tidak lagi sekadar menghasilkan jawaban, tetapi mampu menjalankan serangkaian instruksi dan menyelesaikan pekerjaan atas nama pengguna.

Alibaba Perkuat Chip AI Buatan Sendiri

Pada sisi perangkat keras, unit desain chip Alibaba, T-Head, memperkenalkan Zhenwu V900 sebagai akselerator AI generasi terbaru untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi.

Zhenwu V900 diklaim memiliki performa tiga kali lipat dibandingkan pendahulunya, Zhenwu M890. Chip tersebut dibekali memori GPU 216 GB dan bandwidth antarchip hingga 1.200 GB per detik.

Zhenwu V900 juga mendukung berbagai tingkat presisi, termasuk FP8 dan FP4, untuk mengakomodasi kebutuhan pelatihan model berpresisi tinggi maupun inferensi dengan kebutuhan komputasi yang lebih rendah.

Produksi massal dan peluncuran komersial Zhenwu V900 ditargetkan berlangsung pada kuartal I/2027. Alibaba menyebut chip Zhenwu telah digunakan lebih dari 650 pelanggan dari sektor otomotif, keuangan, model bahasa besar, embodied intelligence, energi, hingga manufaktur.

Alibaba juga menyiapkan sistem supernode yang mengintegrasikan Zhenwu V900 dengan ICN Switch, Panmai SmartNIC, dan pengendali SSD Zhenyue.

Sistem tersebut dirancang untuk mengoptimalkan komputasi, penyimpanan, dan jaringan dalam satu arsitektur. Alibaba menyebut klaster supernode tersebut dapat mendukung hingga 500.000 kartu akselerator.

Roadmap CPU Yitian hingga 2027

Selain akselerator AI, T-Head mengembangkan prosesor CPU Yitian generasi berikutnya untuk mendukung kebutuhan agentic AI.

Yitian 720 diposisikan sebagai penerus dengan peningkatan pada performa inti tunggal, kepadatan inti, dan efisiensi energi dibandingkan Yitian 710.

Sementara itu, Yitian 730 menjadi CPU pertama yang menggunakan mikroarsitektur milik T-Head. Alibaba mengklaim prosesor tersebut mampu meningkatkan performa SPECint2017/GHz hingga 40% dibandingkan Yitian 710.

Baca Juga :   Alibaba Cloud Umumkan Strategi Penetapan Harga dan Ketersediaan Layanan Baru untuk Pelanggan Internasional

Pengembangan CPU ini menjadi bagian dari strategi Alibaba untuk mengoptimalkan infrastruktur AI tidak hanya pada akselerator, tetapi juga pada komponen komputasi yang mendukung keseluruhan sistem.

Target Kapasitas Data Center Tembus 20 GW

Pembangunan chip dan model AI tersebut akan ditopang ekspansi kapasitas pusat data Alibaba Cloud.

Eddie Wu mengatakan Alibaba menargetkan kapasitas pusat data global yang dioperasikan Alibaba Cloud menembus lebih dari 20 gigawatt (GW) pada 2032 untuk mengantisipasi peningkatan permintaan komputasi AI. Reuters mencatat target tersebut menjadi bagian dari strategi Alibaba membangun teknologi AI secara menyeluruh, mulai dari semikonduktor hingga pusat data.

Target tersebut datang ketika kebutuhan infrastruktur AI meningkat tajam secara global. Data IDC menunjukkan belanja infrastruktur AI dunia mencapai US$318 miliar sepanjang 2025, lebih dari dua kali lipat dibandingkan US$153 miliar pada 2024. Pada kuartal IV/2025 saja, belanja tersebut mencapai US$89,9 miliar atau tumbuh 62% secara tahunan.

Di sisi server, IDC juga mencatat belanja pasar server global meningkat 30,7% pada kuartal I/2026, didorong oleh penggunaan server berbasis GPU untuk kebutuhan AI.

Bagi Alibaba, ekspansi tersebut menjadi fondasi untuk menjalankan model yang semakin besar sekaligus menyediakan kapasitas komputasi bagi pelanggan perusahaan.

“Intelligence Goes Beyond”, menurut Chairman Alibaba Group Joe Tsai, menggambarkan pergeseran AI dari sekadar terobosan teknologi menuju penciptaan nilai di berbagai sektor.

Dengan roadmap yang mencakup chip, server, jaringan, pusat data, model fondasi, hingga agen AI, Alibaba menempatkan infrastruktur dan model sebagai satu ekosistem yang saling terintegrasi. Perusahaan kini menghadapi tantangan berikutnya: mengubah peningkatan skala komputasi dan kemampuan model tersebut menjadi aplikasi AI yang benar-benar menghasilkan nilai ekonomi bagi pelanggan.