Scroll untuk baca artikel
Headline

Sinar Mas Dorong Pemanfaatan AI untuk Pendidikan hingga Layanan Kesehatan

5
×

Sinar Mas Dorong Pemanfaatan AI untuk Pendidikan hingga Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Presiden Komisaris DSSA, David Fernando Audy (keempat dari kanan), Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman (kelima dari kanan) dan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah (tengah) saat kunjungan ke kantor PT Brilian Teknologi Sejahtera (BTS) di Jakarta (01/10).

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) mulai bergeser dari sekadar teknologi eksperimental menjadi perangkat yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan sehari-hari. Mulai dari membantu proses belajar di ruang kelas hingga mendukung tenaga kesehatan dalam layanan kesehatan primer, AI mulai masuk ke sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Gambaran tersebut diperlihatkan Sinar Mas bersama iFLYTEK melalui PT Brilian Teknologi Sejahtera (BTS), perusahaan patungan yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis AI untuk berbagai sektor, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Sejumlah solusi berbasis AI tersebut diperlihatkan saat kunjungan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat Abdullah ke kantor BTS di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Presiden Komisaris DSSA David Fernando Audy dan Managing Director Sinar Mas Ferry Salman.

Edwin mengatakan pemanfaatan AI perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung seperti pendidikan.

“Ini bagus sekali, luar biasa. Kalau kita lihat, ada inovasi-inovasi yang memang menyentuh kebutuhan kita. Dalam edukasi, hal itu menjadi sangat penting dalam membantu menghadirkan inovasi,” ujar Edwin.

Baca Juga :   ACES Catat Laba Rp390,3 Miliar, Naik 33,3% pada Semester I/2026

Menurut dia, perkembangan ekosistem digital perlu diikuti dengan inovasi yang tidak hanya menawarkan kecanggihan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

AI Masuk ke Ruang Kelas

Salah satu solusi yang diperlihatkan BTS berupa smart board dan smart whiteboard yang dirancang untuk membuat proses pembelajaran lebih interaktif.

Perangkat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai papan tulis digital. Dengan dukungan AI, teknologi ini dapat membantu siswa memahami proses penyelesaian soal secara bertahap.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana AI dapat ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses belajar, bukan sekadar teknologi yang menyajikan jawaban akhir.

Dengan demikian, pemanfaatan AI dalam pendidikan dapat diarahkan untuk membantu proses pemahaman materi sekaligus membuat interaksi antara pengajar dan peserta didik menjadi lebih dinamis.

AI Dukung Layanan Kesehatan Primer

Pemanfaatan AI juga diperlihatkan dalam sektor kesehatan. Salah satu solusi yang diperkenalkan BTS memanfaatkan teknologi AI untuk membantu tenaga medis dalam proses diagnosis, khususnya pada kebutuhan layanan kesehatan primer.

Baca Juga :   Magnet Baru Anak Muda Konsep Baru OPPO Store Hidupkan Aktivitas Ritel Modern

Sistem tersebut dapat membantu mencocokkan gejala yang dialami pasien dengan kemungkinan diagnosis. Teknologi itu juga dapat memberikan dukungan dalam mengevaluasi kesesuaian penggunaan obat.

Kehadiran teknologi tersebut pada dasarnya ditempatkan sebagai alat bantu bagi tenaga kesehatan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga pemanfaatannya tetap membutuhkan pengawasan dan pertimbangan profesional tenaga medis.

AI Harus Inklusif dan Bertanggung Jawab

Di tengah semakin luasnya pemanfaatan AI, aspek tata kelola menjadi salah satu perhatian. Teknologi yang semakin mampu melakukan berbagai fungsi membutuhkan mekanisme pengawasan dan pengendalian agar penerapannya tetap aman dan memberikan manfaat.

Managing Director Sinar Mas Ferry Salman mengatakan perkembangan AI perlu berjalan beriringan dengan regulasi, pengawasan, dan prinsip inklusivitas.

“Semua ini harus sudah regulated. Jadi, harus ada surveillance dan control-nya juga. Namun, inclusivity adalah yang paling penting, supaya teknologi ini dapat memakmurkan masyarakat Indonesia dan membuat masyarakat Indonesia menjadi lebih sejahtera,” ujar Ferry.

Pernyataan tersebut menyoroti tantangan yang muncul seiring dengan semakin luasnya penggunaan AI. Selain kemampuan teknologi, aspek akses, keamanan, pengawasan, dan manfaat bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem AI.

Baca Juga :   Rumornya, A55 5G akan Dirilis Antara Bulan April hingga Juni

Dari Teknologi ke Kebutuhan Masyarakat

Pengembangan solusi AI di sektor pendidikan dan kesehatan menjadi relevan seiring dengan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan yang lebih adaptif di tengah transformasi digital.

Pemerintah sendiri terus mendorong pemanfaatan AI secara produktif di berbagai sektor strategis, sembari menekankan pentingnya tata kelola agar teknologi tersebut berkembang secara aman dan bertanggung jawab.

Dalam konteks tersebut, tantangan pengembangan AI di Indonesia tidak lagi sebatas menghasilkan teknologi yang semakin canggih. Persoalan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara aman, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemanfaatan AI di ruang kelas dan layanan kesehatan primer menjadi salah satu gambaran bahwa teknologi tersebut mulai bergerak lebih dekat dengan aktivitas masyarakat. Ke depan, keberhasilan penerapannya akan sangat ditentukan oleh kemampuan berbagai pihak dalam memastikan inovasi berjalan seiring dengan kebutuhan pengguna dan tata kelola yang memadai.