Scroll untuk baca artikel
Finansial

Studi LD FEB UI: Kredit Digital Kredivo Dorong Akses dan Aktivitas Produktif

1
×

Studi LD FEB UI: Kredit Digital Kredivo Dorong Akses dan Aktivitas Produktif

Sebarkan artikel ini
(Ki-Ka) Indina Andamari, Head of Marketing Kredivo, bersama Paksi Walandouw, Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan Lembaga Demografi FEB UI, memaparkan hasil studi bersama yang menjadi refleksi atas perjalanan Kredivo dalam memperluas akses kredit digital. Studi ini sekaligus menegaskan bahwa kredit digital kini menjadi bagian dari infrastruktur keuangan yang membantu masyarakat membangun riwayat kredit, memenuhi kebutuhan produktif, hingga mengembangkan usaha.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Layanan kredit digital dinilai tidak lagi sebatas menjadi alternatif pembiayaan konsumtif, tetapi mulai berperan dalam memperluas akses kredit formal dan mendorong aktivitas ekonomi produktif. Hal itu tercermin dari hasil studi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bersama Kredivo Group yang memotret dampak sosial dan ekonomi Kredivo selama satu dekade beroperasi di Indonesia.

Studi tersebut menunjukkan jumlah pengguna yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo pada 2025 meningkat 10 kali lipat dibandingkan 2019. Di sisi lain, pemanfaatan kredit untuk kebutuhan produktif juga terus meningkat, termasuk untuk modal usaha.

Co-Founder & Presiden Direktur Kredivo Indonesia Umang Rustagi mengatakan, kontribusi industri kredit digital tidak lagi cukup diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan.

“Sepuluh tahun lalu, Kredivo Group hadir di tengah kesenjangan kredit yang luas, dengan visi menjembatani akses masyarakat terhadap layanan kredit yang mudah, cepat, dan terjangkau. Sejak saat itu, kami tumbuh bersama jutaan pengguna, merchant, dan mitra untuk tidak hanya membuka akses, tetapi juga memberdayakan secara sosial dan ekonomi,” kata Umang.

Menurut dia, studi bersama LD FEB UI menjadi refleksi perjalanan Kredivo sekaligus menunjukkan bahwa kredit digital dapat berperan sebagai bagian dari infrastruktur keuangan masyarakat, mulai dari membantu membangun riwayat kredit hingga mendukung kebutuhan produktif dan pengembangan usaha.

Baca Juga :   Jalin Memastikan Layanan Operasional yang Andal Hadapi Lonjakan Transaksi Keuangan

Akses Kredit Formal Meluas

Berdasarkan studi tersebut, jumlah pengguna yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo meningkat 10 kali lipat sepanjang 2019-2025. Dari kelompok tersebut, 48% merupakan perempuan dan 57% berusia di bawah 30 tahun.

Kedua kelompok tersebut dinilai secara historis menghadapi tantangan dalam mengakses layanan kredit formal, antara lain karena keterbatasan riwayat keuangan.

Selain itu, 23% pengguna menyatakan Kredivo membantu mempermudah akses mereka terhadap layanan kredit formal lainnya. Dampak serupa terlihat pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Studi mencatat 40,6% peminjam modal usaha memperoleh akses kredit usaha pertama melalui Kredivo. Temuan tersebut menunjukkan layanan kredit digital dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat dan pelaku usaha menuju ekosistem keuangan formal yang lebih luas.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan kelompok perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM menjadi bagian signifikan dari penerima akses kredit pertama melalui Kredivo.

“Yang terpenting bukan sekadar terbukanya akses, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Di situlah dampak sosial dan ekonomi mulai terbentuk,” ujar Paksi.

Kredit Produktif Tumbuh

Perluasan akses kredit tersebut juga diikuti peningkatan pemanfaatan untuk kebutuhan produktif. Studi mencatat porsi kredit produktif melalui Kredivo meningkat dari 52,3% pada 2019 menjadi 54,3% pada 2025.

Pembiayaan produktif tersebut mencakup berbagai kebutuhan, seperti kesehatan, pendidikan, renovasi rumah, hingga modal usaha.

Baca Juga :   DBS Hong Kong dan edge Gelar Forum “Gateway to Indonesia”, Dorong Pertumbuhan Bisnis Lintas Batas di Asia

Dalam periode yang sama, jumlah pengguna yang memanfaatkan kredit sebagai modal usaha meningkat 15 kali lipat. Tren tersebut menunjukkan kredit digital mulai dimanfaatkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan usaha.

“Lebih dari separuh kredit yang disalurkan melalui Kredivo dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, menunjukkan bahwa kredit digital berkembang dari alat pemenuhan kebutuhan jangka pendek menjadi instrumen pembentukan kapasitas ekonomi jangka panjang,” kata Paksi.

Di sisi lain, studi juga menemukan indikator perilaku peminjaman yang relatif sehat. Rata-rata Debt-to-Income Ratio (DTI) pengguna berada di kisaran 10%-19% dari total pendapatan.

Sebanyak 58,7% pengguna yang teraktivasi dan bertransaksi pada 2023 memperoleh kenaikan limit berdasarkan rekam jejak pembayaran. Studi juga mencatat 65,7% pengguna tergolong well-literate secara finansial.

Head of Marketing Kredivo Indina Andamari mengatakan perusahaan menempatkan penggunaan kredit secara bertanggung jawab sebagai bagian penting dari pengembangan layanan.

“Di Kredivo, kami memandang PayLater sebagai titik awal bagi masyarakat untuk membangun reputasi finansialnya. Fokus kami adalah memastikan akses tersebut dimanfaatkan secara bertanggung jawab melalui edukasi, inovasi produk, dan praktik penyaluran kredit yang prudent,” ujarnya.

Kontribusi terhadap Ekonomi

Dari sisi industri, studi tersebut juga menggambarkan skala kontribusi Kredivo Group terhadap ekosistem kredit digital di Indonesia.

Pada 2025, PayLater Kredivo tercatat berkontribusi sekitar 30% terhadap total outstanding PayLater nasional pada Februari 2026. Sementara melalui layanan Pinjaman Tunai, Kredivo menyumbang sekitar 30% dari total nilai outstanding dan 20% dari total akun pengguna fintech lending nasional pada Desember 2025.

Baca Juga :   Lewat Proses Berliku, DRX Token Resmi Meluncur di Pasaran, Jadi Solusi Berantas Pembajakan Produk Palsu Klub Liga 1

Studi memperkirakan aktivitas Kredivo pada 2025 memberikan kontribusi sekitar Rp33 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, atau meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan 2019.

Dampak terhadap sektor UMKM juga menjadi salah satu temuan utama. Sebanyak 96,9% peminjam modal usaha merupakan pelaku usaha mikro, sedangkan 34% di antaranya mengalami peningkatan omzet sebesar 10%-40%.

Pada saat yang sama, jaringan merchant Kredivo telah tumbuh 16 kali lipat sejak 2019 dan menjangkau 446 kabupaten/kota, terutama di wilayah tier 2 dan tier 3.

Indina mengatakan pertumbuhan bisnis perusahaan akan tetap diarahkan pada perluasan akses pembiayaan yang memberikan manfaat ekonomi bagi pengguna dan pelaku usaha.

“Keberhasilan Kredivo tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa jauh akses pembiayaan yang kami hadirkan dapat menciptakan manfaat ekonomi yang nyata,” katanya.

Studi dampak sosial dan ekonomi tersebut mencakup perjalanan Kredivo selama 10 tahun di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Survei dilakukan terhadap 67 pelaku UMKM dan 730 pengguna, serta dilengkapi data internal Kredivo, statistik berbagai institusi, dan perbandingan industri.

Adapun pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 10 pelaku UMKM dan 20 pengguna.