BISNISASIA.CO.ID,JAKARTA-Film karya perdana Ferly Halim berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis sukses menyuguhkan kisah haru dan emosional tentang pasang surut hubungan ibu dan anak yang penuh dinamika.
Dini merupakan seorang ibu tunggal yang masih berusaha berdamai dengan trauma masa lalu. Perbedaan cara pandang dan komunikasi membuat hubungan keduanya semakin renggang.
Ferly Halim mengatakan, film ini berangkat dari realitas yang sering terjadi dalam hubungan keluarga. Menurutnya, konflik antara orang tua dan anak tidak selalu muncul karena hilangnya kasih sayang, melainkan akibat perbedaan cara berkomunikasi.
“Menurut saya, hubungan ibu dan anak sering kali dipenuhi kesalahpahaman bukan karena mereka tidak saling mencintai, tetapi karena cara berkomunikasi yang berbeda. Terkadang hal sederhana seperti intonasi atau cara penyampaian bisa membuat ibu merasa anaknya tidak patuh, sementara anak merasa ibunya tidak menyayangi dirinya,” ujar Ferly Halim.
Melalui Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly ingin mengingatkan bahwa komunikasi menjadi kunci penting dalam membangun keluarga yang hangat. Ia juga menghadirkan musik sebagai bahasa yang mampu menyampaikan emosi yang terkadang sulit diutarakan secara langsung.
Ferly mengungkapkan sebagai anak, kita pun sering kali menganggap kasih sayang kepada ibu sebagai sesuatu yang sudah dipahami tanpa perlu diungkapkan. Padahal, ibu juga perlu merasakan dan mendengar bentuk kasih sayang itu secara langsung.
Tak hanya membawa pesan tentang keluarga, film ini juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemainnya. Didi Riyadi mengaku mengalami pengalaman berbeda saat harus mendalami karakter dengan logat Jawa yang cukup kental.
“Mungkin ini pertama kali saya dengan logat dan aksen Jawa, medok gitu. Saya kan kalau bicara sehari-hari logat seperti yang kalian sekarang dengar. Nah, di sini orang Jawa, tapi agak campur,” ujar Didi Riyadi.
Sementara itu, Ari Irham mengaku memiliki tantangan tersendiri ketika harus membawakan lagu milik Sheila On 7 yang sangat dikenal masyarakat. Menurutnya, menyanyikan lagu dari band legendaris ini memberikan tekanan tersendiri karena ia bukan seorang vokalis profesional.
“Pressure-nya itu bukan bawain OST atau soundtrack filmnya. Masalahnya ini bawain lagu Sheila On 7. Kita bawain lagu Sheila On 7 yang orang sudah tahu. Yang saya nyanyikan adalah lagu Sheila On 7, jadi itu lumayan cukup beban buat saya karena saya juga bukan vokalis, saya juga bukan Duta,” ungkap Ari Irham.
“Harapan saya setelah teman-teman Gen Z menonton film Takkan Kubiarkan Kau Menangis kalian semua bisa lebih terbuka untuk berkomunikasi dengan orang tua,” ujar Ari Irham
Ari menekankan bahwa kunci dari hubungan yang harmonis adalah keberanian untuk berbicara secara jujur mengenai masa depan. Karakter Dika yang ia mainkan diharapkan bisa menjadi cermin sekaligus pemantik semangat bagi penonton muda.
Secara overall,Takkan Kubiarkan Kau Menangis adalah drama keluarga yang begitu hangat dan emosional tentang cinta seorang ibu, pencarian jati diri seorang anak, persahabatan, dan keberanian untuk mengungkapkan perasaan sebelum semuanya terlambat.
Kekuatan musik menjadi salah satu elemen penting dalam film ini. Takkan Kubiarkan Kau Menangis menghadirkan lagu-lagu legendaris Sheila On 7 seperti “Dan”, “Kita”, dan “Hujan Turun” yang membawa nuansa nostalgia bagi penonton.
Selain itu, film ini juga memiliki dua lagu orisinal berjudul “Takkan Kubiarkan Kau Menangis” dan “Sahabat” yang dibawakan Keisha Alvaro bersama Sand Band untuk memperkuat perjalanan emosional para karakter.
Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis dibintangi oleh Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, Sandy Andarusman, dan Didi Riyadi. Film produksi Langit Pictures Indonesia ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.











