Scroll untuk baca artikel
Teknologi

IBM Bob Bantu Perusahaan Percepat Modernisasi Software Berbasis AI

1
×

IBM Bob Bantu Perusahaan Percepat Modernisasi Software Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
IBM resmi meluncurkan IBM Bob secara global, sebuah mitra pengembangan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola seluruh siklus pengembangan perangkat lunak secara lebih cepat, aman, dan terukur

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — IBM resmi meluncurkan IBM Bob secara global, sebuah mitra pengembangan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola seluruh siklus pengembangan perangkat lunak secara lebih cepat, aman, dan terukur.

Berbeda dengan alat bantu pemrograman berbasis AI yang umumnya berfokus pada pembuatan kode, IBM Bob dikembangkan untuk mendukung seluruh tahapan software development lifecycle (SDLC), mulai dari perencanaan, pengembangan, pengujian, peluncuran, hingga modernisasi aplikasi. Solusi ini juga dilengkapi tata kelola, kepatuhan, dan kontrol keamanan yang dirancang khusus untuk kebutuhan perusahaan.

IBM menilai adopsi AI dalam pengembangan perangkat lunak telah meningkatkan produktivitas, namun juga memunculkan tantangan baru berupa kompleksitas sistem lama (legacy systems), lingkungan hybrid, serta tuntutan kepatuhan yang semakin tinggi. Dalam kondisi tersebut, percepatan pengembangan tanpa tata kelola yang memadai berpotensi meningkatkan risiko operasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, IBM Bob dibangun dengan pendekatan agentik yang mengintegrasikan AI ke dalam setiap peran pengembangan perangkat lunak. Platform ini menghadirkan mode berbasis persona, standar kerja yang konsisten, playbook yang dapat digunakan kembali, kemampuan tool calling, serta tata kelola berbasis human-in-the-loop guna memastikan kendali tetap berada di tangan pengembang.

Baca Juga :   itel RS4 NFC Pilihan Tepat Pecinta Game, Harga Terjangkau!

Salah satu kemampuan utama IBM Bob adalah mengoordinasikan berbagai agen AI di seluruh tahapan SDLC, mulai dari eksplorasi dan perencanaan hingga pengembangan, pengujian, implementasi, dan operasional. Pendekatan tersebut memungkinkan proses pengembangan yang sebelumnya tersebar di berbagai alat dan tim dapat dijalankan secara lebih terintegrasi.

Dalam aspek modernisasi aplikasi, IBM Bob juga dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat transformasi sistem lama. IBM menyebut platform ini mampu mengoordinasikan berbagai agen spesialis untuk menangani kode, pengujian, dokumentasi, hingga pipeline pengembangan secara menyeluruh.

IBM mencontohkan perusahaan konsultan cloud dan layanan teknologi, Blue Pearl, yang berhasil menyelesaikan proses peningkatan Java yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 hari menjadi hanya tiga hari dengan dukungan IBM Bob.

Selain itu, IBM Bob mengintegrasikan kontrol keamanan sejak awal proses pengembangan. Fitur tersebut mencakup standarisasi prompt, pemindaian data sensitif, penerapan kebijakan secara real time, hingga pengujian ketahanan AI yang dijalankan langsung dalam alur kerja pengembangan.

Platform ini juga menawarkan kemampuan audit melalui CLI bernama BobShell yang memungkinkan seluruh aktivitas AI terdokumentasi secara otomatis dan dapat ditelusuri dari awal hingga akhir guna mendukung kebutuhan kepatuhan perusahaan.

Baca Juga :   Huawei Cloud Thailand Percepat Transformasi Digital dengan Layanan Komputasi Awan Berbasis AI

Di sisi teknologi, IBM Bob mengandalkan pendekatan koordinasi multi-model yang secara otomatis memilih model AI paling sesuai berdasarkan tingkat akurasi, performa, dan efisiensi biaya. Sistem tersebut memanfaatkan kombinasi model AI seperti Claude dari Anthropic, model open source dari Mistral AI, serta keluarga model IBM Granite.

Senior Vice President IBM Software, Dinesh Nirmal, mengatakan perusahaan saat ini membutuhkan kemampuan modernisasi yang cepat tanpa mengorbankan tata kelola dan keamanan.

“Setiap bisnis berlomba melakukan modernisasi. Namun kecepatan tanpa kendali dan transparansi justru menjadi risiko. IBM Bob memungkinkan perusahaan bergerak secepat AI tanpa mengorbankan tata kelola dan keamanan yang dibutuhkan bisnis,” ujarnya.

Menurut IBM, tantangan utama perusahaan saat ini bukan lagi memilih model AI terbaik, melainkan memastikan hasil yang konsisten di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, IBM Bob dirancang untuk menangani proses pemilihan model secara otomatis sehingga organisasi dapat lebih fokus pada hasil bisnis.

General Manager Automation & AI IBM Software, Neel Sundaresan, mengatakan Bob dibangun untuk menghadirkan mitra AI pada setiap peran dalam proses pengembangan perangkat lunak.

Baca Juga :   Era Baru Galaxy AI, Samsung Ajak Fans ke Galaxy Experience Spaces

“Kapabilitas model saja tidak cukup. Cara model diterapkan, cara konteks disusun, dan bagaimana manusia tetap dilibatkan dalam proses merupakan faktor yang menentukan keberhasilan implementasi AI,” ujarnya.

IBM pertama kali mengimplementasikan Bob secara internal pada Juni 2025 dengan melibatkan 100 pengembang. Saat ini, platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 80.000 karyawan IBM di seluruh dunia.

Berdasarkan survei internal perusahaan, pengguna IBM Bob melaporkan rata-rata peningkatan produktivitas sebesar 45% dalam pekerjaan modernisasi aplikasi, pengembangan perangkat lunak, dan keamanan. Tim pengembang dari produk IBM Instana, misalnya, mencatat pengurangan waktu penyelesaian tugas hingga 70% atau setara penghematan rata-rata 10 jam kerja per minggu.

Sementara itu, tim pengembang IBM Maximo melaporkan efisiensi waktu sekitar 69% dalam berbagai pekerjaan pembuatan dan refactoring kode.

Sejumlah organisasi juga mulai memanfaatkan IBM Bob untuk mendukung transformasi digital mereka. Di antaranya adalah Ernst & Young yang menggunakan platform tersebut untuk mempercepat modernisasi sistem pajak global, serta APIS IT yang memanfaatkannya untuk memodernisasi sistem pemerintahan berbasis mainframe dan .NET.