Scroll untuk baca artikel
Finansial

DBS Dukung Penerbitan ORIS PT SMI Senilai Rp150 Miliar

4
×

DBS Dukung Penerbitan ORIS PT SMI Senilai Rp150 Miliar

Sebarkan artikel ini
T Chubb General Insurance Indonesia (Chubb Indonesia) bekerja sama dengan PT Bank DBS Indonesia meluncurkan Cyber Guard, sebuah solusi asuransi siber komprehensif yang dirancang untuk melindungi masyarakat dari meningkatnya ancaman penipuan digital dan kejahatan siber.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Konglomerasi keuangan Bank DBS Indonesia melalui PT Bank DBS Indonesia dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI) mendukung penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2026 yang dipasarkan sebagai Obligasi Ritel Infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau ORIS senilai Rp150 miliar.

Dalam transaksi tersebut, DBSVI bertindak sebagai salah satu Penjamin Emisi Efek Utama sekaligus mengoordinasikan keseluruhan proses penerbitan obligasi. Sementara itu, PT Bank DBS Indonesia berperan sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek (MPPE).

Penerbitan ORIS menjadi salah satu tonggak penting di pasar obligasi korporasi Indonesia karena membuka akses yang lebih luas bagi investor ritel untuk berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional melalui instrumen pendapatan tetap berperingkat investment grade.

President Director PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui solusi pembiayaan yang inovatif.

Baca Juga :   Bank DBS Indonesia Dukung Pertumbuhan UMKM di Kalangan Wanita Indonesia

“Kami bangga menjadi mitra tepercaya dalam mendukung inisiatif pembiayaan PT SMI. Kolaborasi ini tidak hanya menunjukkan kekuatan finansial Bank DBS Indonesia, tetapi juga memungkinkan kami menghadirkan solusi keuangan yang komprehensif untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).

PT SMI yang merupakan special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan berhasil meluncurkan penawaran obligasi ritel pertamanya di tengah kondisi pasar yang dinamis. Instrumen tersebut memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo yang mencerminkan fundamental keuangan yang kuat serta posisi strategis perusahaan dalam pembiayaan proyek infrastruktur nasional.

Tingginya minat investor terhadap ORIS dinilai menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap prospek sektor infrastruktur Indonesia dan kualitas kredit PT SMI.

Ad-interim President Director PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia Andreas Oen mengatakan pihaknya telah lama bekerja sama dengan PT SMI dalam berbagai penerbitan surat utang dan menyambut positif respons pasar terhadap obligasi ritel tersebut.

Baca Juga :   Rain Raih Pendanaan 250 Juta Dolar AS untuk Perluas Pembayaran Stablecoin

“Minat investor yang tinggi terhadap obligasi ini menegaskan kelayakan kredit PT SMI yang kuat sekaligus memperlihatkan prospek yang menjanjikan bagi sektor infrastruktur Indonesia,” katanya.

Menurut Andreas, obligasi ritel korporasi memberikan alternatif investasi yang lebih mudah diakses oleh investor individu sekaligus memperluas sumber pendanaan bagi emiten melalui basis investor yang lebih beragam.

Selain mendukung penerbitan ORIS di pasar domestik, DBS Bank Ltd. juga berperan sebagai Sole Global Coordinator dalam penerbitan obligasi global PT SMI senilai US$300 juta. Obligasi tersebut memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s serta BBB dari Fitch dan mencatat permintaan yang kuat dari investor internasional.

Transaksi tersebut menunjukkan kemampuan terintegrasi DBS Group dalam menangani penerbitan obligasi baik dalam denominasi rupiah maupun dolar Amerika Serikat.

Baca Juga :   KB Bank Resmikan Cabang Semarang untuk Perkuat Bisnis Ritel di Jateng

Kerja sama terbaru ini memperpanjang kemitraan strategis yang telah terjalin antara DBS Group dan PT SMI selama bertahun-tahun. Sebelumnya, DBS turut mendukung sejumlah penerbitan obligasi PT SMI, antara lain Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2024, Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2023, serta Obligasi Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2020.

Selain transaksi pasar modal utang, DBS juga terlibat dalam berbagai fasilitas pembiayaan, termasuk Pinjaman Sindikasi Berbasis Keberlanjutan senilai US$600 juta yang ditutup pada Desember 2025. Dalam transaksi tersebut, DBS Bank Ltd. bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner, sementara PT Bank DBS Indonesia menjalankan peran sebagai Facility Agent.

Melalui rangkaian kolaborasi tersebut, DBS dan PT SMI menegaskan komitmen untuk memperkuat pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional sekaligus memperluas akses investasi bagi masyarakat dan investor global.