Scroll untuk baca artikel
Industri

Metrodata, FMI, dan HP Luncurkan SecBox untuk Perkuat Keamanan Siber UKM

2
×

Metrodata, FMI, dan HP Luncurkan SecBox untuk Perkuat Keamanan Siber UKM

Sebarkan artikel ini
Edwin Putraoetama Octosa, President Director, PT FPT Metrodata Indonesia (Entitas anak usaha PT Metrodata Electronics Tbk) dan Juliana Cen, President Director, HP Indonesia

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT FPT Metrodata Indonesia (FMI), anak usaha PT Metrodata Electronics Tbk yang bergerak di bidang layanan dan solusi keamanan siber, resmi meluncurkan SecBox, solusi monitoring keamanan siber terintegrasi yang dikembangkan bersama HP Indonesia. Solusi ini ditujukan untuk membantu organisasi, terutama usaha kecil dan menengah (UKM), memperkuat keamanan digital secara lebih sederhana, terpusat, dan efisien.

Dalam pengembangannya, FMI menggandeng PT Mitra Integrasi Informatika (MII), entitas solusi dan integrasi teknologi Metrodata, yang berperan sebagai solution enabler dan integrator teknologi. Kolaborasi tersebut memperkuat sinergi ekosistem Metrodata dalam menghadirkan layanan keamanan digital yang terintegrasi.

HP Indonesia mendukung solusi ini melalui teknologi HP Wolf Security, yang menghadirkan perlindungan endpoint untuk memperkuat ketahanan siber perangkat yang digunakan karyawan dalam aktivitas sehari-hari. Pendekatan keamanan yang diterapkan mencakup lapisan perangkat keras, perangkat lunak, hingga layanan pendukung guna mengurangi beban penanganan insiden oleh tim teknologi informasi sekaligus meningkatkan ketahanan siber perusahaan.

Baca Juga :   Lion Air Wujudkan Konektivitas Udara Andal untuk Pemberangkatan Jemaah Haji dari Maluku

Peluncuran SecBox dilakukan di tengah meningkatnya ancaman siber di Indonesia. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), lebih dari 1,52 miliar insiden siber tercatat sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026. Di sisi lain, banyak organisasi masih menghadapi kendala berupa pengelolaan berbagai sistem keamanan yang terpisah, keterbatasan sumber daya manusia, hingga tingginya investasi untuk membangun Security Operations Center (SOC) secara mandiri.

Presiden Direktur PT FPT Metrodata Indonesia, Edwin Putraoetama Octosa, mengatakan transformasi digital harus dibarengi dengan kesiapan keamanan siber yang memadai.

“Transformasi digital harus diimbangi dengan kesiapan keamanan siber yang memadai. Namun banyak organisasi masih menghadapi tantangan dari sisi biaya, sumber daya, dan kompleksitas implementasi keamanan. Melalui SecBox, kami tidak sekadar meluncurkan produk, kami membangun kepercayaan bahwa setiap organisasi di Indonesia dari skala apa pun berhak atas keamanan digital yang tangguh,” ujar Edwin.

Baca Juga :   Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Pupuk Indonesia Gelar Safari Makmur

SecBox mengusung konsep unified security operations dengan mengintegrasikan berbagai kapabilitas keamanan dalam satu platform terpusat. Fitur yang tersedia meliputi Endpoint Detection and Response (EDR), SIEM/XDR, threat monitoring, log analytics, hingga layanan monitoring SOC 24 jam selama tujuh hari.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat memperoleh visibilitas keamanan yang lebih menyeluruh, mempercepat proses deteksi dan investigasi ancaman, serta meningkatkan respons terhadap potensi serangan siber tanpa harus membangun infrastruktur SOC yang kompleks.

Presiden Direktur HP Indonesia, Juliana Cen, menilai kebutuhan terhadap keamanan siber semakin mendesak seiring meningkatnya ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Banyak bisnis belum memiliki tim maupun perangkat khusus untuk mengelola keamanan siber secara mandiri. Melalui kolaborasi dengan FMI dan MII, kami menghadirkan perlindungan endpoint yang lebih kuat, mudah diakses, dan sederhana untuk dikelola sehingga perusahaan dapat lebih resilien menghadapi ancaman siber,” kata Juliana.

Baca Juga :   2024 Asia Green and Low-Carbon Development Roundtable digelar di Qingdao

Selain meningkatkan keamanan operasional, SecBox juga dirancang untuk membantu organisasi memenuhi ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) melalui sistem monitoring dan pengelolaan keamanan yang lebih terpusat.

Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, Susanto Djaja, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

“Keamanan siber kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan di tengah dinamika ancaman digital yang terus berkembang. Melalui sinergi FMI, MII, dan HP, kami ingin menghadirkan solusi keamanan yang relevan, scalable, dan mampu mendukung kebutuhan organisasi di berbagai sektor industri,” ujarnya.

Melalui peluncuran SecBox, MII juga menegaskan komitmennya sebagai solution enabler di bidang keamanan siber dengan menghadirkan solusi yang lebih mudah diakses, siap digunakan oleh perusahaan, dan sesuai dengan kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.