BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Rumah Energi mendorong penguatan peran koperasi hijau dalam mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari target Proyek Strategis Nasional (PSN) 100 GW.
Sejak 2021, melalui program Koperasi Hijau, Rumah Energi telah menjangkau lebih dari 150 koperasi dalam upaya memperkuat transisi energi berbasis komunitas.
Upaya tersebut diperkuat melalui forum Green Cooperative Solar Initiative Dialogue: Bridging Policy and Practice in Indonesia’s 100 GW Solar PV Program yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian hingga mitra pembangunan.
Direktur Eksekutif Rumah Energi Sumanda Tondang menekankan pentingnya menjembatani kesenjangan antara kebijakan nasional dan implementasi di lapangan.
“Forum ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi hambatan implementasi sekaligus merumuskan strategi kolaborasi yang lebih operasional. Koperasi memiliki potensi besar sebagai penggerak transisi energi di tingkat komunitas,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pemerintah melalui Kementerian Koperasi juga menargetkan pengembangan 102 PLTS dalam dua tahun ke depan, terutama di wilayah yang belum terjangkau listrik.
Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Roysepta Abimanyu menyatakan pengembangan PLTS berbasis koperasi dapat mengurangi ketimpangan akses energi sekaligus meningkatkan peran masyarakat sebagai pelaku ekonomi produktif.
Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui model bisnis energi terbarukan berbasis komunitas yang aplikatif.
Namun, hasil asesmen lapangan menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kebijakan dan implementasi, terutama dalam aspek model bisnis, kesiapan teknis, akses pembiayaan, serta koordinasi lintas sektor.
Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE Kementerian ESDM Trois Dilisusendi menilai koperasi dapat berperan strategis dalam menyeimbangkan kebutuhan pasokan dan permintaan energi di masyarakat.
Forum ini juga membahas pengembangan model bisnis PLTS berbasis koperasi yang bankable dan scalable, termasuk peluang pembiayaan inovatif seperti blended finance.
Sejumlah hasil yang diharapkan antara lain penguatan koordinasi lintas sektor, integrasi koperasi dalam ekosistem energi terbarukan, serta dukungan regulasi dan pembiayaan yang lebih memadai.
Melalui pendekatan kolaboratif, inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat realisasi target 100 GW PLTS nasional sekaligus memastikan transisi energi berjalan secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.











