BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia terus melanjutkan pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang di Provinsi Banten guna memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan proyek jalan tol memiliki peran strategis tidak hanya sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai penggerak pemerataan pembangunan.
“Pembangunan jalan tol memiliki arti penting bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujarnya.
Tol Serang–Panimbang memiliki panjang total 83,67 kilometer dan terbagi menjadi tiga seksi, melintasi Kota Serang, Kabupaten Serang, Lebak, hingga Pandeglang.
Seksi I Serang–Rangkasbitung sepanjang 26,45 km telah beroperasi sejak 2021 dan menjadi jalur utama mobilitas di wilayah Banten tengah.
Sementara itu, Seksi II Rangkasbitung–Cileles saat ini telah memasuki tahap akhir dengan progres konstruksi mencapai 98,64% dan pembebasan lahan 86,71%. Ruas ini ditargetkan selesai pada kuartal II/2026.
Adapun Seksi III Cileles–Panimbang yang menjadi porsi pemerintah juga terus dikerjakan. Pada fase pertama, progres pembangunan telah mencapai 99,88%, sementara fase kedua ditargetkan rampung bertahap hingga akhir 2026.
Tol ini dirancang dengan kecepatan rencana 100 km/jam, empat lajur dua arah, serta dilengkapi sejumlah simpang susun utama seperti Walantaka, Cikeusal, Tunjung Teja, Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Bojong, hingga Panimbang.
Dorong Pariwisata dan Investasi
Keberadaan tol ini diharapkan mempercepat pengembangan kawasan strategis di Banten, termasuk akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon.
Dengan tersambungnya tol, waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung diperkirakan menjadi sekitar dua hingga tiga jam, lebih singkat dibanding sebelumnya yang bisa mencapai lima jam.
Kementerian PU menilai proyek ini akan meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta membuka peluang investasi baru di wilayah selatan Banten.











