BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) bersama PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) meluncurkan Smart Critical Assurance, produk perlindungan penyakit kritis dengan manfaat bertahap sejak tahap awal hingga akhir masa perlindungan.
Produk ini dirancang untuk membantu nasabah menjaga stabilitas finansial di tengah risiko penyakit kritis yang masih tinggi di Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan kanker menyumbang sekitar 75% kematian di Indonesia. Kondisi ini kerap berdampak pada tekanan finansial akibat tingginya biaya pengobatan serta potensi kehilangan penghasilan.
MSIG Life menghadirkan Smart Critical Assurance dengan skema manfaat yang dapat dibayarkan sejak tahap awal diagnosis, sekaligus tetap memberikan perlindungan hingga akhir masa polis.
Chief Partnership Distribution Officer MSIG Life Inasari Andayani Atmodjo mengatakan kebutuhan akan perlindungan penyakit kritis terus meningkat, terutama yang mampu memberikan manfaat sejak tahap awal.
“Produk ini memberikan manfaat bertahap hingga 175% dari uang pertanggungan, sehingga nasabah dapat menjaga ketahanan finansial sekaligus melindungi rencana keuangan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).
Adapun sejumlah keunggulan Smart Critical Assurance meliputi manfaat komprehensif penyakit kritis, manfaat akhir polis, serta manfaat meninggal dunia.
Produk ini juga mencakup manfaat pemeriksaan kanker sejak dini serta menawarkan pilihan plan yang fleksibel sesuai kebutuhan nasabah.
Direktur Retail KB Bank Robby Mondong menambahkan kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi finansial yang menyeluruh.
“Melalui kemitraan dengan MSIG Life, kami menghadirkan solusi yang tidak hanya mendukung pengelolaan keuangan, tetapi juga melindungi nasabah dari risiko penyakit kritis,” katanya.
Smart Critical Assurance saat ini tersedia melalui jaringan kantor cabang KB Bank di berbagai kota di Indonesia.
Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan menargetkan peningkatan literasi dan penetrasi produk proteksi kesehatan, sekaligus memperkuat ketahanan finansial masyarakat dalam jangka panjang.











